Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Penyebaran Covid-19 Klaster Gereja di Palangka Raya Jadi 60 Kasus

Nasional Virus Korona natal dan tahun baru protokol kesehatan
Antara • 22 Desember 2020 16:48
Palangka Raya: Penyebaran covid-19 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dari klaster salah satu gereja kembali bertambah. Kini mencapai 60 orang.
 
"Untuk klaster gereja di Palangka Raya kembali bertambah yang sampai saat ini mencapai 60 orang," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abdiyani, melansir Antara, Selasa, 22 Desember 2020.
 
Wanita yang juga Kepala BPBD Kota Cantik –julukan Kota Palangka Raya- itu menerangkan pasien covid-19 dari klaster gereja terdiri dari pendeta dan jemaat. Namun kini telah menyebar ke lingkungan keluarga.
 
Seluruh warga yang terpapar covid-19 dari klaster gereja telah dilakukan perawatan oleh tim medis di RSUD Kota Palangka Raya dan Asrama Haji Al Mabrur. Dua lokasi itu menjadi rumah sakit perluasan penanganan covid-19 di Kota Palangka Raya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jepara Kembali Masuk Zona Merah Covid-19
 
Satgas penanganan covid-19 juga telah memberikan surat kepada pengurus gereja untuk melakukan penutupan dan menghentikan seluruh kegiatan sementara selama 14 hari. Hal itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona.
 
Dia menambahkan tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya juga telah melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh area dan lingkungan gereja yang terletak di Jalan Rajawali, Palangka Raya itu. Pihak pengurus gereja lain di wilayah setempat diminta selalu menaati dan menjalankan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.
 
"Untuk perayaan Natal kami dari Satgas memutuskan gereja dapat menjalankan ibadah pada 24-26 Desember kemudian pada 31 Desember 2020 dan pada 1 Januari 2021. Sebagai tambahan selain dari gereja juga ada tujuh orang dari salah satu partai positif covid-19," kata Emi.
 
Pihaknya juga meminta pengurus gereja membatasi kedatangan jemaat dalam beribadah sekitar 30 persen kemudian pelaksanaan ibadah dibagi menjadi beberapa sesi. Hal itu dilakukan untuk menghindari penumpukan dan kerumunan jemaat.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif