Sidang yang dihadiri terdakwa Indra Kenz secara virtual digelar pada pukul 18.30 WIB di ruang sidang utama PN Tangerang.
Sidang yang dihadiri terdakwa Indra Kenz secara virtual digelar pada pukul 18.30 WIB di ruang sidang utama PN Tangerang.

Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara

Hendrik Simorangkir • 06 Oktober 2022 06:36
Tangerang: Terdakwa kasus penipuan trading binary option aplikasi Binomo Indra Kesuma alias Indra Kenz dituntut hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar. Indra Kenz dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan.
 
Sidang yang dihadiri terdakwa secara virtual itu digelar pada pukul 18.30 WIB, Rabu, 6 Oktober 2022, di ruang sidang utama PN Tangerang itu dipimpin oleh ketua majelis hakim, Rahman Rajagukguk dan dihadiri belasan korban dari penipuan aplikasi Binomo.
 
"Dijatuhkan pidana penjara selama 15 tahun, serta dikurangi selama masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa. Serta denda sebesar Rp10 miliar, jika tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 12 bulan," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan Primayuda Yutama dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang," Rabu, 5 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Primayuda menuturkan, tuntutan itu diberikan JPU karena terdapat lima hal yang memberatkan terdakwa. Pertama, Indra Kenz telah merugikan masyarakat luas berskala nasional yang berjumlah 144 orang, dengan nilai kerugian total sebesar Rp83.365.707.894.
 
"Indra Kenz juga terbukti telah menikmati hasil kejahatannya untuk digunakan gaya hidup yang mewah," ucap dia.
 
Selain itu, Primayuda menambahkan, Indra Kenz pun tidak kooperatif selama menjalani persidangan, karena tidak mengakui sumber keuangannya berasal dari hasil kejahatan. Selanjutnya, kata Primayuda, kejahatan yang dilakukan Indra Kenz tergolong canggih dengan memanfaatkan kemajuan teknologi khususnya dalam masalah transaksi keuangan.
 
"Terakhir, terdakwa telah mencoba untuk mengelabui dan mengecoh ketua majelis hakim dan JPU, dimana saat pemeriksaan di persidangan, terdakwa menggunakan demo penggunaan aplikasi binomo serta mengatakan aplikasi itu masih beroperasi sesuai dengan transfer market mata uang global. Padahal domain situs aplikasi itu berbeda dengan domain situs aplikasi binomo yang terdakwa gunakan saat menjadi afiliator," jelasnya.
 
Indra Kenz dituntut Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif