Gunungkidul: Satu keluarga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa harus tinggal di kandang sapi selama empat bulan terakhir karena terlilit hutang rentenir. Sebelumnya mereka bertahan hidup di hutan selama tiga tahun.
Ngadiono, warga Kedung Ranti awalnya merantau ke Sumatera. Hasil dari merantau dipakainya untuk membayar bunga utang yang tinggi. Namun, hasilnya tidak seberapa sehingga Ngadiono harus menjual rumah yang dia miliki.
"Ini tanah punya ibu, kemudian dibangun kandang oleh kakak, saya minta izin untuk tinggal disini," cerita Ngadiono dalam tayangan Metro Siang, Kamis, 2 September 2021.
Ngadiono tinggal bersama seorang istri dan anak lelakinya. Isnan, seorang tukang parkir mengaku prihatin namun tidak dapat berbuat banyak.
Kepala Dukuh Kedung Ranti berencana memindahkan tempat tinggal keluarga Ngadiono ke tempat yang lebih baik, karena tempat Ngadiono tinggal merupakan tempat rawan bencana.
"Saya tidak memberikan izin tinggal di sini, karena sering terjadi banjir dan puting beliung, jadi harus dihindari," tutur kepala dukuh Kedung Ranti, Turkiyarno. (Imanuel Rymaldi Matatula)
Gunungkidul: Satu keluarga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa harus tinggal di kandang sapi selama empat bulan terakhir karena terlilit hutang rentenir. Sebelumnya mereka bertahan hidup di hutan selama tiga tahun.
Ngadiono, warga Kedung Ranti awalnya merantau ke Sumatera. Hasil dari merantau dipakainya untuk membayar bunga utang yang tinggi. Namun, hasilnya tidak seberapa sehingga Ngadiono harus menjual rumah yang dia miliki.
"Ini tanah punya ibu, kemudian dibangun kandang oleh kakak, saya minta izin untuk tinggal disini," cerita Ngadiono dalam tayangan Metro Siang, Kamis, 2 September 2021.
Ngadiono tinggal bersama seorang istri dan anak lelakinya. Isnan, seorang tukang parkir mengaku prihatin namun tidak dapat berbuat banyak.
Kepala Dukuh Kedung Ranti berencana memindahkan tempat tinggal keluarga Ngadiono ke tempat yang lebih baik, karena tempat Ngadiono tinggal merupakan tempat rawan bencana.
"Saya tidak memberikan izin tinggal di sini, karena sering terjadi banjir dan puting beliung, jadi harus dihindari," tutur kepala dukuh Kedung Ranti, Turkiyarno. (
Imanuel Rymaldi Matatula)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)