Sejumlah petani di Kulon Progo saat memanen cabai merah, Kamis, 21 November 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Sejumlah petani di Kulon Progo saat memanen cabai merah, Kamis, 21 November 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Harga Cabai di Tingkat Petani Kulon Progo Dinilai Cukup Baik

Nasional harga cabai
Ahmad Mustaqim • 21 November 2019 14:49
Kulon Progo: Petani di Kabupaten Kulon Progo, Daerah istimewa Yogyakarta, mulai panen cabai. Harga jual hasil panen cabai ditingkat petani mengalami tren kenaikan.
 
"Harganya naik terus akhir-akhir ini. Rp16 ribu per kilogram," kata seorang petani cabai di Dusun II, Desa Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Mujiono, Kamis, 21 November 2019.
 
Mujiono mengatakan tren kenaikan ini terjadi apabila dibandingkan dengan masa panen awal bulan November. Ia mengatakan pekan lalu hargai cabai merah sebesar Rp15 ribu per kilogram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Mujiono harga cabai pekan ini naik menjadi Rp16 ribu per kilogram. "Itu harga kalau dijual lewat pasar leleng kelompok tani," jelas lelaki 39 tahun ini.
 
Mujiono tergabung di Kelompok Jangkan Wetan, Dusun II Garongan. Mujiono bertani di atas lahan seluas 500 meter persegi. Ia merasa untuk bergabung dengan kelompok tani. Sebab, hasil panen cabai jika dijual ke tengkulak harganya lebih rendah Rp1.000.
 
Ia mengatakan harga cabai saat ini memang cukup rendah dibanding bulan Maret lalu, yang mencapai Rp50 ribu per kilogram. Menurut dia, harga jual saat ini tidak begitu rendah.
 
"Yang pentingan jangan sampai di bawah Rp10 ribu harganya. Kalau harganya di bawah itu bisa tidak balik modal," ungkap Mujiono.
 
Ketua Kelompok Jangkan Wetan, Dusun II Garongan, Burhan, mengungkapkan harga capai saat ini tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Ia menyatakan para petani tak khawatir didera kerugian.
 
Ia mengatakan anggota kelompoknya total menggarap lahan seluas 30 hektare. Luasan lahan ini terdiri dari 15 hektare lahan tegalan serta lahan di pesisir pantai selatan. Ada sekitar 100 petani yang menggarap lahan itu.
 
"Memang tidak semua menanam vabai, ada yang tanam buah melon dan semangka. Tiap petani yang tanam cabai paling tidak bisa memanen hingga lima kuintal cabai merah," kata Burhan.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugraha, mengatakan, mendukung keputusan petani menjual hasil panen cabai lewat kelompok. Ia menyebut ada sebanyak 27 pasar lelang yang biasa dimanfaatkan para petani agar tidak dipermainkan tengkulak.
 
"Tahun ini produksi cabai di Kulon Progo rata-rata 3,500 ton. 80 persen di antaranya dari petani di pesisir pantai selatan," kata Aris.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif