Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Ekspor Tuna di Malang Terkendala Infrastruktur

Nasional ekspor tuna
Daviq Umar Al Faruq • 08 Januari 2020 14:03
Malang: Ikan tuna merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang belum mampu mengekspor ikan tuna langsung ke tempat tujuan.
 
"Kami ekspor ikan tuna masih melalui Tanjung Benoa, Bali," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Endang Retnowati, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Sebelum dikirim ke luar negeri, ikan tuna tangkapan nelayan harus melalui proses lelang terlebih dahulu di tempat pelelangan ikan (TPI) Pondok Dadap, Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Selanjutnya, ikan dikirim ke Tanjung Benoa, Bali, untuk diekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya ke Jepang," lanjut Endang.
 
Ikan yang masuk dalam kategori layak ekspor juga harus memiliki berat minimal 50 kilogram. Selain itu, ikan tuna wajib mulus tanpa luka sedikitpun.
 
Menurut Endang, pihaknya belum sanggup mengekspor ikan tuna secara mandiri karena terkendala infrastruktur, khususnya akses jalan di Malang Selatan.
 
"Kita sih penginnya (ekspor sendiri) kalau kita sudah ada fasilitas. Tapi pelabuhan kan kewenangan provinsi, jadi kita enggak bisa ke arah sana," imbuhnya.
 
Selain tuna yang menjadi primadona, ada beberapa jenis ikan yang juga cukup mudah dijumpai di laut selatan Malang. Di antaranya, cakalang, kerapu, kakap merah, tengiri, udang, dorang, serta teri.
 
"Kalau andalan untuk ekspor, ya ikan tuna saja," ungkapnya.
 
Disisi lain, jumlah tangkapan ikan di Malang sepanjang 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahunsebelumnya. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang cukup panjang membuat nelayan enggan melaut.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif