Sidak galian tambang illegal di Desa Tulakan Kabupaten Jepara
Sidak galian tambang illegal di Desa Tulakan Kabupaten Jepara

Pengusaha Tambang Galian Diminta Ajukan Izin

Nasional tambang ilegal
Rhobi Shani • 21 Januari 2020 17:52
Jepara: Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, meminta penambang galian C mengajukan perizinan untuk menghindari konflik dengan masyarakat. Sebab, mayoritas warga masyarakat menghendaki aktivitas tambang galian C ditutup lantaran tak berizin.
 
“Biar semuanya adem, saya minta para penambang ini mengajukan izin karena regulasinya sudah jelas,” ujar Ketua DPRD Jepara, Imam Zusdi Ghazali, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Aktivitas tambang galian C yang kini diresahkan warga ada di sejumlah kecamatan. Itu seperti di Kecamatan Batealit, Keling, dan Donorojo. Penambangan selain menggunakan perlatan tradisional juga menggunakan begu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Contohnya di Kali Gelis Desa Tulakan, untuk mendapatkan izin harus mendapatkan rekomendasi dari Pemkab Jepara, saya sudah cek ke instansi terkait ternyata tidak ada (rekomendasi),” kata Imam.
 
Kepala Dinas Perizinan Pemkab Jepara, Heri Yulianto, menyatakan dari seluruh penambangan galian C yang ada, sebagian besar merupakan penambangan illegal. Hanya sebagian kecil penambangan yang mengantongi izin.
 
“Yang mengeluarkan izin Pemprov Jawa Tengah, kami hanya mendapat pemberitahuan. Seperti yang dari Pati ada yang punya izin, tapi titiknya (penambangan) apakah benar disitu belum dicek,” kata Heri.
 
Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Yosi Andi Sukmana, menyatakan akan segera memasang garis polisi di areal tambang yang menimbulkan persoalan. Seperti hasil sidak yang dilakukan bersama Ketua DPRD Jepara, pihaknya akan menutup sementara sampai ada keputusan dari hasil pembicaraan yang akan dilaksanakan.
 
“Harapan kami yang pertama warga tetap tenang, kemudian kami akan mendorong pengusaha tambang ini mengajukan izin ke Pemprov. Selama izin itu belum beres jangan ada aktivitas dulu karena ada penolakan dari warga,” tandas Yosi.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif