Petugas melakukan penyemprotan fogging di perumahan warga. MI/Barry Fathahilah
Petugas melakukan penyemprotan fogging di perumahan warga. MI/Barry Fathahilah

Nyamuk DBD Diduga Mulai Kebal Racun Fogging

Nasional demam berdarah
Mulyadi Pontororing • 24 Januari 2019 06:00
Manado: Dinas Kesehatan Sulawesi Utara saat ini sangat awas penggunaan fogging untuk membatasi penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD). Mereka menduga nyamuk penyebar penyakit DBD itu mulai kebal racun yang dipakai untuk metode fogging.
 
"Hasil penelitian Dinas Kesehatan Sulut, nyamuk dewasa sudah mendevelop enzim untuk menangkal racun insektisida dalam fogging," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulut Steaven Dandel di Manado, Sulut, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Kekebalan nyamuk tercipta lantaran fogging yang dilakukan terlalu sering. Hasil penelitian itu pun menjadi dasar pihaknya untuk membatasi penggunaan fogging.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya Steaven belum bisa memaparkan dengan gamblang seberapa tahan nyamuk terhadap racun fogging karena masih perlu diteliti lebih lanjut. Pengetatan metode fogging juga didasari pertimbangan kesehatan.
 
Pada dasarnya fogging mengandung rancun insektisida yang sering dipakai di tumbuhan. "Dalam artian juga tetap berpengaruh terhadap kesehatan manusian meskipun dalam kadar kecil yang bisa diatasi oleh tubuh."
 
Dikhawatirkan ada potensi penyakit lain yang disebabkan fogging tak selektif. Fogging hanya dilakukan di lokasi-lokasi yang terkonfirmasi sesuai kriteria dan standar operasi sesuai aturan Kemenkes.
 


 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi