Unsur KRI Jajaran Koarmada I TNI AL menangkap salah satu kapal tanker yang lego jangkar tanpa izin di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu, 16 Februari 2019. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna.
Unsur KRI Jajaran Koarmada I TNI AL menangkap salah satu kapal tanker yang lego jangkar tanpa izin di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu, 16 Februari 2019. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna.

TNI AL Tangkap Sejumlah Kapal Asing di Perairan Bintan

Nasional kapal asing
Anwar Sadat Guna • 16 Februari 2019 17:50
Batam: Operasi TNI Angkatan Laut (AL), khususnya unsur KRI jajaran Koarmada I dalam sepekan menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Kapal-kapal tersebut melakukan lego atau labuh jangkar tanpa izin di wilayah teritorial Indonesia.
 
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol P Agung Nugroho mengungkapkan, delapan kapal jenis kargo dan tanker dari berbagai negara tersebut ditangkap oleh unsur KRI Jajaran Koarmada I saat berlabuh atau lego jangkar tanpa izin di perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
 
"Hal tersebut melanggar Pasal 194 (3) UU No 17/2008 tentang Pelayaran. Semua kapal asing yang menggunakan alur laut kepulauan Indonesia dalam pelayarannya tidak boleh menyimpang, kecuali dalam keadaan darurat," kata Agung saat dikonfirmasi, Sabtu, 16 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agung mengatakan, kapal-kapal tersebut diduga memanfaatkan perairan teritorial Indonesia yang jauh dari pengawasan aparat pelabuhan untuk melakukan kegiatan ilegal, seperti; ship to ship transfer, ilegal oil, maupun pembuangan limbah.
 
Selain itu, kata Agung, kapal-kapal asing tersebut juga menghindari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor labuh jangkar. "Ke delapan kapal tersebut ditangkap unsur KRI Jajaran Koarmada I yang sedang melaksanakan patroli sektor di wilayah Perairan Tanjung Berakit, Bintan, Provinsi Kepri," tegas Agung.
 
Kapal asing yang ditangkap tersebut, pertama; KRI Pulau Rusa-726 Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada I berhasil menangkap kapal MT. Archangelos Gabriel, Tonage 40.682 GT, bendera Yunani yang lego jangkar pada posisi 01° 20’ 624” U - 104° 37’ 390” T. Kapal ini berlabuh di Perairan Tanjung Berakit, Bintan, pada Jumat, 8 Fenrauri 2019.
 
Selanjutnya, KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Korvet (Satkor) Koarmada I juga menangkap kapal MT. Agros, Tonage 25.202 GT, bendera Bahama yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, Jumat, 8 Februari 2019.
 
Berikutnya, KRI Alamang-644 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I berhasil menangkap kapal MV. Wen De, Tonage 44.543 GT, berbendera Hongkong. Adapun muatannya yakni batubara 79.150 ton. Kapal ini lego jangkar pada posisi 01° 23’ 624” U - 104° 39’ 894” T di wilayah teritorial Indonesia tanpa ijin dan tidak mengibarkan bendera kebangsaan, Jumat 8 Februari 2019.
 
KRI Siwar-646 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I berhasil menangkap kapal MT. Petrolimex 06, Tonage 22.735 GT, Bendera Vietnam yang sedang lego jangkar pada posisi 01° 16’ 325” U - 104° 39’ 012” T di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, Jumat 8 Februari 2019.
 
Sementara itu, KRI Bung Tomo-357 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I juga berhasil menangkap tiga kapal asing yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, pada Sabtu 9 Februari 2019.
 
Ketiga kapal tersebut yakni kapal SG. Pegasus, tonage 8,195.00 GT, bendera Panama ditangkap pada posisi 01° 23’ 36’’ U - 104° 37’ 18’ T; kapal MCP. Bilbao, tonage 5.316, bendera Singapore ditangkap pada posisi 01° 24’ 48’ U - 104° 36’ 42’’ T; dan kapal MT. Bliss, Tonage 2.990, bendera Liberia ditangkap pada posisi 01° 25’ 24’’ U - 104° 35’ 42’’ T.
 
Terakhir adalah KRI Barakuda-633 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I berhasil menangkap kapal MT. Afra Oak, Tonage 57.567 GT, bendera Liberia dengan muatan 93.727,756 MT Crude Oil uang sedang lego jangkar tanpa ijin pada posisi 01° 22’ 379” U - 104° 39’ 289” T di wilayah teritorial Indonesia, tepatnya di Perairan Tanjung Berkait, Selasa 12 Febrauri 2019.
 
"Kapal-kapal tersebut saat ini masih diamankan oleh TNI AL dalam hal ini Unsur KRI Jajaran Koarmada I di perairan sekitar Tanjung Berakit, Bintan, untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkas Agung.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi