Kumpulan Ahli Usulkan Pembuatan Museum Bencana Sulteng

Antara 01 November 2018 17:24 WIB
Gempa Donggala
Kumpulan Ahli Usulkan Pembuatan Museum Bencana Sulteng
Puing bangunan perumahan yang porak-poranda akibat gempa dan dan pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (29/10/2018). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah.
Pekanbaru: Kumpulan ahli gempa yang tergabung dalam Pusat Studi Gempa Bumi Nasional mengusulkan agar daerah bencana di Kota Palu dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah dibangun museum likuefaksi, gempa bumi dan tsunami.

"Palu ini bisa jadikan sebagai museum kebencanaan geologi karena di situ sangat lengkap fenomenanya. Ada jalur gempa, tsunami, dan likuefaksi. Kita usulkan di wilayah jalur gempa yang utamanya itu dihijaukan dan dijadikan museum," kata pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, di Pekanbaru, Riau, Kamis, 1 November 2018.

Danny menjelaskan, pembuatan museum di daerah bencana bukan hal baru bagi Indonesia karena di Provinsi Aceh ada museum tsunami. Museum di Sulteng diharapkan bisa jadi pengingat dan pembangkit kearifan lokal tentang mitigasi bencana yang sudah dilupakan.
Apalagi, bencana di Sulteng sangat fenomenal di dunia. 


"Kalau dari proses terjadinya gempa, tsunami dan likuifaksi (Sulteng) kemungkinan saat ini
adalah satu-satunya yang terjadi di dunia dan komplet dan spektakuler fenomenanya," jelas Danny.

Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,4 SR memicu tsunami dan likuefaksi telah meluluhlantakkan Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. Diperkirakan sedikitnya 2.000 korban jiwa, dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Hingga kini total korban yang berhasil dievakuasi oleh Tim Basarnas sebenyak 957 orang, terdiri dari 86 selamat dan 871 meninggal dunia.



(DEN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id