Makassar: Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah mendorong investasi proyek transportasi kereta ringan atau Light Rail Transportation (LRT). Proyek tersebut dilirik oleh investor dari tiga negara, mereka tertarik bekerja sama terkait modal.
"Sudah ada tiga investor yang tertarik terhadap proyek LRT kita. Sebelumnya sudah ada Australia dan Korea. Belakangan, bank pemerintah Jerman, KFW Bank of German, ikut menyatakan ketertarikan," kata wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, Kamis 28 Februari 2019.
Investor dari tiga negara tersebut tertarik untuk menanam investasi untuk proyek moda transportasi kereta ringan tersebut. Proyek yang sejak 2018 lalu dirancang oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto.
Proyek LRT ini, nantinya akan dibangun dengan sistem jalan atau rel layang sepanjang 16,7 kilometer yang menghubungkan koridor barat dan timur kota. Yang pengerjaannya ditargetkan dimulai tahun ini.
Proyek yang sejak awal akan menggunakan investasi dari luar negeri itu ditawarkan sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan sekaligus menambah fasilitas transportasi publik yang ada di Kota Makassar.
Danny Pomanto menyebut LRT masuk dalam daftar sepuluh mimpi besar Makassar, atau Top Ten Best Investments. Daftar ini diluncurkan pada Tahun 2018, sebagai daftar proyek besar yang akan dibangun oleh Pemkot Makassar di masa depan.
Dalam daftar itu, Pemkot juga merencanakan proyek pembangunan kantor baru Balai kota, stadion bertaraf internasional, pengelolaan resor berbasis danau, dan penataan kawasan pemukiman tepi sungai. Selanjutnya, penerapan parkir berbasis ‘hijau’, jaringan fiber optik terintergrasi, dan jalan tol layang.
"Kami sangat apresiasi hal itu. LRT masuk top ten ivestment kita. Salah satunya juga New Balai kota, yang juga kita telah rencanakan stasiun LRT di situ, jadi nyambung," katanya.
Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama Kota Makassar Najiran Syamsuddin membenarkan jika Jerman adalah negara ketiga yang menawarkan kerjasama pengembangan LRT setelah Australia dan Korea.
“Ini merupakan penjajakan kerjasama KFW Bank Jerman khususnya pengembangan LRT. Bulan 6 sudah akan melakukan desiminasi apa saja yang benar-benar dibutuhkan dari sistem kereta api di Makassar,” ungkap Najiran.
Namun, Najiran juga menjelaskan jika Asian Development Bank (ADB) memiliki potensi besar untuk pengembangan LRT ini. Pasalnya menurut dia 9 dari 12 Direktur ADB sudah hadir di Makassar dan melihat 10 program investasi Makassar.
“Semua memiliki peluang, kalau KFW Bank merupakan funding komisi Eropa sedangkan ADB di Asia. Tapi kalau ADB prosesnya bisa lebih capat, karena hibah langsung tersalurkan ke kota penerima tanpa tender,” jelas Najiran.
Makassar: Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah mendorong investasi proyek transportasi kereta ringan atau Light Rail Transportation (LRT). Proyek tersebut dilirik oleh investor dari tiga negara, mereka tertarik bekerja sama terkait modal.
"Sudah ada tiga investor yang tertarik terhadap proyek LRT kita. Sebelumnya sudah ada Australia dan Korea. Belakangan, bank pemerintah Jerman, KFW Bank of German, ikut menyatakan ketertarikan," kata wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, Kamis 28 Februari 2019.
Investor dari tiga negara tersebut tertarik untuk menanam investasi untuk proyek moda transportasi kereta ringan tersebut. Proyek yang sejak 2018 lalu dirancang oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto.
Proyek LRT ini, nantinya akan dibangun dengan sistem jalan atau rel layang sepanjang 16,7 kilometer yang menghubungkan koridor barat dan timur kota. Yang pengerjaannya ditargetkan dimulai tahun ini.
Proyek yang sejak awal akan menggunakan investasi dari luar negeri itu ditawarkan sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan sekaligus menambah fasilitas transportasi publik yang ada di Kota Makassar.
Danny Pomanto menyebut LRT masuk dalam daftar sepuluh mimpi besar Makassar, atau Top Ten Best Investments. Daftar ini diluncurkan pada Tahun 2018, sebagai daftar proyek besar yang akan dibangun oleh Pemkot Makassar di masa depan.
Dalam daftar itu, Pemkot juga merencanakan proyek pembangunan kantor baru Balai kota, stadion bertaraf internasional, pengelolaan resor berbasis danau, dan penataan kawasan pemukiman tepi sungai. Selanjutnya, penerapan parkir berbasis ‘hijau’, jaringan fiber optik terintergrasi, dan jalan tol layang.
"Kami sangat apresiasi hal itu. LRT masuk top ten ivestment kita. Salah satunya juga New Balai kota, yang juga kita telah rencanakan stasiun LRT di situ, jadi nyambung," katanya.
Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama Kota Makassar Najiran Syamsuddin membenarkan jika Jerman adalah negara ketiga yang menawarkan kerjasama pengembangan LRT setelah Australia dan Korea.
“Ini merupakan penjajakan kerjasama KFW Bank Jerman khususnya pengembangan LRT. Bulan 6 sudah akan melakukan desiminasi apa saja yang benar-benar dibutuhkan dari sistem kereta api di Makassar,” ungkap Najiran.
Namun, Najiran juga menjelaskan jika Asian Development Bank (ADB) memiliki potensi besar untuk pengembangan LRT ini. Pasalnya menurut dia 9 dari 12 Direktur ADB sudah hadir di Makassar dan melihat 10 program investasi Makassar.
“Semua memiliki peluang, kalau KFW Bank merupakan funding komisi Eropa sedangkan ADB di Asia. Tapi kalau ADB prosesnya bisa lebih capat, karena hibah langsung tersalurkan ke kota penerima tanpa tender,” jelas Najiran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)