Pererat Perdamaian, Ditjen PDTu Gelar Festival Budaya di Nabire

Pelangi Karismakristi 07 Agustus 2018 15:10 WIB
Berita Kemendes PDTT
Pererat Perdamaian, Ditjen PDTu Gelar Festival Budaya di Nabire
Festival Perdamaian dan Pranata Adat di kabupaten Nabire, Selasa, 7 Agustus 2018. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)
Nabire: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) menggelar Festival Perdamaian dan Pranata Adat di kabupaten Nabire, Selasa, 7 Agustus 2018. 

Direktur Pengembangan Daerah Pasca Konflik Sugito mengatakan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan hubungan sosial yang erat dan meminimalkan terjadinya gesekan horizontal. Dia berharap festival ini akan memberikan semangat kebersamaan dan perdamaian.

"Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat memberikan motivasi semangat kebersamaan, semangat kegotong-royongan, semangat untuk perdamaian, agar kita dapat hidup rukun dan damai, serta dapat melestarikan nilai-nilai budaya dan menjadi kohesi (perpaduan erat) antar suku bangsa di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutur Sugito, saat membuka acara.


Menurut Sugito, penciptaan kohesi sosial melalui festival ini juga merupakan salah satu cara dalam manajemen dan pengelolaan konflik sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. UU ini merupakan salah satu keseriusan pemerintah dalam upaya mendorong pembangunan berbasiskan adat dan kearifan lokal. 

"Ketentuan tersebut juga ditegaskan bahwa upaya penanganan konflik sosial di Indonesia diprioritaskan melalui pendekatan pranata adat dan kearifan lokal," ujarnya.

Festival Perdamaian dan Pranata Adat merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari Aceh Singkil dan Maluku Tengah, beberapa waktu lalu. 

"Tiga Kabupaten, termasuk Nabire, sudah kami laksanakan dari total sebanyak delapan kali pada 2018. Berikutnya, akan diadakan di lima kabupaten, yakni Landak, Bangkalan, Lombok Timur, Sigi, dan Timor Tengah Utara," kata Sugito.

Festival Perdamaian dan Pranata Adat diramaikan sejumlah lomba. Mulai dari lomba tiup pakon (alat musik asli suku pedalaman Papua), lomba dayung perahu hias, serta hiburan musik.

Selain gelaran festival, Ditjen PDTu juga memberikan perhatian di bidang infrastruktur. Contohnya, dengan membangun balai pertemuan pada 2016, yang diperuntukkan sebagai tempat interaksi sosial warga dan pusat pembelajaran bersama bagi warga Nabire.

Tak hanya itu saja, PDTu juga telah membangun fasilitas air bersih dan kapal penumpang untuk masyarakat Nabire dengan total Rp5 miliar, dalam kurun waktu 2015 hingga 2018. Untuk 2019 mendatang, Ditjen PDTu berencana membangun gudang produksi pangan, embung, serta sarana dan prasarana pascapanen untuk meningkatkan ketahanan pangan di Nabire.




(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id