Guru dan siswa SD Negeri Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tetap semangat walau bangunan sekolah sudah rapuh. Foto: Istimewa
Guru dan siswa SD Negeri Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tetap semangat walau bangunan sekolah sudah rapuh. Foto: Istimewa

Siswa SDN Sauk Menantang Maut untuk Menimba Ilmu

Nasional sekolah rusak
Mulyadi Pontororing • 20 Januari 2018 15:16
Manado: Atap bocor, dinding rapuh dan kayu lapuk, sudah menjadi pemandangan biasa di SD Negeri Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kondisi memprihatinkan ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah bagi guru dan murid.
 
Miris ketika tahu kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Berdasarkan informasi yang diperoleh Medcom.id, sekolah ini tak pernah mendapat sentuhan pemerintah sejak dibangun pada tahun 1993. Padahal kondisi bangunan dapat mengancam keselamatan siswa maupun guru.
 
Kondisi ini makin parah bila musim penghujan tiba. Tiga ruang kelas satu sampai tiga yang rusak berat acap kali tergenang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para siswa pun terpaksa diungsikan ke ruang kelas lain untuk melanjutkan proses belajar mengajar. Tak jarang pula mereka berimpit-impitan memanfaatkan ruang kelas yang tak tergenang.
 
Di ketiga ruang kelas itu, selain atap bocor, plafon tripleks sebagian besar sudah rusak parah dan berjatuhan. Sebagian sudah uzur menunggu runtuh termakan waktu.
 
Siswa SDN Sauk Menantang Maut untuk Menimba Ilmu
Kondisi plafon ruangan kelas yang rusak dan termakan usia. Foto: Istimewa
 
Tonny Evert Sirang, salah satu guru di SDN Sauk mengatakan, sekolah yang memiliki 127 siswa ini, sudah bertahun-tahun tidak mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten.
 
"Atap banyak bocor membuat kelas sering tergenang sehingga siswa pun harus mencari lokasi lain untuk belajar," kata dia saat dihubungi Medcom.id, Sabtu 20 Januari 2018, di Lolak.
 
Menurutnya, salah satu siswa bahkan pernah menjadi korban tertimpa runtuhan atap plafon. Meski tak sampai berakibat fatal, namun tetap saja mengancam keselamatan.
 
Sama halnya dengan kondisi plafon, pintu-pintu di sekolah tersebut juga dalam kondisi rusak parah. Belum lagi dinding sekolah yang mulai berlubang dan rapuh termakan usia. Hingga balok kayu yang dipasang menempel di dinding mulai lepas.
 
Meski demikian, kata Evert, para siswa di sekolah tersebut tetap semangat menimba ilmu.
 
"Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi sekolah ini agar anak-anak bisa dengan aman dan nyaman menuntut ilmu," harapnya.
 
Siswa SDN Sauk Menantang Maut untuk Menimba Ilmu
Pintu ruangan dan dinding kelas tak layak dan belum tersentuh renovasi sejak berdiri. Foto: Istimewa
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif