Ilustrasi - Arus lalu lintas di kawasan Kayutangan, Kota Malang, Jawa Timur. (ANTARA/Vicki Febrianto)
Ilustrasi - Arus lalu lintas di kawasan Kayutangan, Kota Malang, Jawa Timur. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Penerapan Ganjil Genap di Kota Malang Perlu Kajian

Nasional Virus Korona sistem ganjil genap pandemi covid-19
Antara • 17 September 2021 18:42
Malang: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, Jawa Timur, menyatakan rencana penerapan ganjil genap di Kota Malang, Jawa Timur, masih membutuhkan kajian dan pembahasan lebih mendalam. Termasuk melakukan pembahasan dengan pemangku kepentingan.
 
"Itu masih wacana, dan harus memiliki prosedur panjang. Masih ada rapat-rapat yang harus dilalui," kata Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, di Malang, Jumat, 17 September 2021.
 
Budi menjelaskan, pembahasan tersebut perlu dilakukan bersama Forum Komunikasi Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Malang, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), termasuk dengan Pemerintah Kota Malang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pemberlakuan aturan ganjil genap akan dibahas dan dikaji bersama para akademisi di wilayah Kota Malang. Pembahasan tersebut perlu melibatkan para pelaku usaha, termasuk para pengemudi ojek daring.
 
Baca: Akses Menuju Puncak Bogor Dibagi Lewat Tiga Rute
 
Dia melanjutkan, perlu ditinjau dan dikaji terkait sarana serta prasarana di wilayah Kota Malang. Setelah seluruh langkah tersebut dilakukan, penetapan terkait aturan ganjil genap akan diajukan untuk dijadikan Peraturan Wali Kota.
 
Peraturan wali kota tersebut, menurutnya, berkaitan dengan letak rambu-rambu lalu lintas pada saat pelaksanaan aturan ganjil genap, termasuk waktu penerapan. Rencananya, ada lima hingga enam titik yang akan diberlakukan aturan ganjil genap.
 
"Terkait masalah ganjil genap ini baru wacana, akan kita laksanakan, atau tidak dalam kegiatan pembatasan masyarakat," ujarnya.
 
Budi menambahkan, rencana penerapan ganjil genap diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah Kota Malang. Namun, pada intinya penerapan tersebut perlu skema dan persiapan yang matang.
 
"Itulah gunanya kita mencegah. Termasuk mencegah terjadinya pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan luka berat dan meninggal dunia," jelas Budi.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif