Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Istimewa)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Istimewa)

Ganjar Menganggarkan Rp3,8 Triliun untuk Belanja ke UMKM

Lukman Diah Sari • 07 Oktober 2022 15:26
Bali: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menganggarkan Rp3,8 triliun dari APBD Jateng untuk belanja ke UMKM lokal. Hal itu dilakukan Ganjar sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jateng menggunakan produk dalam negeri. 
 
"Komitmen untuk produk dalam negeri dan UMKM yang ada di Provinsi Jawa Tengah, dari data rencana umum pengadaan atau penyedia ini kurang lebih Rp3,8 triliun. Terus kemudian data rencana umum pengadaan komitmen produk dalam negeri itu Rp3,5 triliun," tutur Ganjar di Bali Nusa Dua Convention Center di Badung, Bali, Jumat, 7 Oktober 2022.
 
Ganjar menerangkan data rencana umum pengadaan produk impor hanya sekitar Rp302 miliar. Ttu berarti komitmen Jateng menggunakan produk dalam negeri berikisar 92,12 persen dari APBD Jateng per 30 September 2022. 

"Lalu realisasi belanja paket RUP (Rencana Umum Pengadaan) dengan komitmen P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri) ini untuk Pemerintah Provinsi Jateng sampai dengan 23 September 2022, 53,17 persen. Ini totalnya sudah segitu, ya lumayan lah untuk bisa kita sampaikan kepada publik," papar dia.
 
Pihaknya juga memanfaatkan aplikasi Blankon Jateng untuk menyerap belanja produk dalam negeri di Pemprov Jateng dan masyarakat. Hingga 30 September 2022, presentase realisasi belanjanya kurang lebih 12,17 persen. 
 
"Tapi presentase realisasi belanja dari target stranas (stategi nasional) itu 121,65 persen. Jadi relatif lumayan berjalan sambil terus kita lakukan," ungkap Ganjar.

Baca: Luhut Siapkan Payung Hukum Dukung Belanja Produk Lokal


Dia juga mendorong Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) lewat sejumlah regulasi. Salah satunya lewat instruksi Gubernur Jateng pada 2021 tentang penyediaan ruang pelaku UMKM untuk memasukan produknya dalam e-katalog. 
 
Ganjar menjelaskan produk UMKM yang sudah masuk e-katalog bisa dijual ke pembeli yang mengakses aplikasi Blankon Jateng. Pemprov Jateng kemudian memasarkan produk tersebu lewat aplikasi Blankon Jateng maupun melalui Kelompok Kerja (Pokja) secara canvassing. 
 
"Dari tim P3DN ini sebenarnya kita sudah menyiapkan beberapa tim untuk pokja pemantauan, pokja sosialisasi, dan pokja TKDN. Lalu ada tim pengarah, tim monet, sampai fasilitasi. Jadi kalau kita sudah lakukan itu sebenarnya ini yang bisa dilakukan percepatan," papar dia.

Baca: Wapres 'Bergidik', Ancaman Resesi Global Semakin Terasa..


Pemprov Jateng juga akan melakukan pendampingan kepada UMKM untuk menjaga dan meningkatkan produk dalam negeri yang akan diserap. Hal itu, kata Ganjar, dapat dilaksanakan melalui pendampingan Pokja terkait. 
 
"Ini yang kemudian kita coba komunikasi kawan-kawan kabupaten kita, list dari pengusahanya, produknya, terus kemudian kita masukan mereka on board dalam sistem kita, baru kemudian kita belanja," ungkap Ganjar. 
 
Ganjar menekankan komitmennya untuk terus menggunakan produk dalam negeri, terutama produk UMKM asal Jateng. Dia juga berkomitmen akan selalu mendampingi UMKM, sehingga kualitas produk yang dijual bisa terjaga. 
 
"Jadi apa yang diperintahkan Pak Presiden sebenarny betul-betul bisa mengungkit produk dalam negeri, terutama dari UMKM kita. Tapi sekali lagi tugas pemerintah adalah mendampingi agar kualitasnya terjaga," jelas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>