Pondok Pesantren Musthafawiyah berada di Desa Purba Baru, Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal
Pondok Pesantren Musthafawiyah berada di Desa Purba Baru, Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal

Kisah Cinta Santri di Lembah Musthafawiyah

MetroTV • 08 April 2022 14:50
Mandailing Natal: Pesantrian atau lebih dikenal dengan Pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan agama Islam yang dipercaya oleh mayoritas umat muslim untuk menempuh pendidikan agama dan mengkaji kitab secara lebih mendalam. Pada umumnya para siswa di pesantren yang disebut santri tinggal bersama dan belajar dibawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai, ustaz dan ustazah.
 
Setiap pesantren memiliki kurikulum maupun metode pembelajaran dan fokus pendidikan yang berbeda. Di era modern seperti saat ini banyak pesantren yang telah melakukan kombinasi sistem pembelajaran agama secara tradisional dengan sistem pembelajaran modern. Kementerian keagamaan sendiri membedakan pesantren menjadi tiga jenis yaitu Pesantren Salafiyah, Pesantren Khalafiyah (Ashriyah) dan Pesantren Kombinasi.
 
Pesantren Salafiyah sering dikatakan sebagai bentuk asli dari lembaga pesantren itu sendiri sejak awal mula sistem pendidikan pesantren lahir dan dikenal di kalangan masyarakat. Dalam hal metode pembelajaran dan infrastuktur Pesantren Salafiyah cenderung memiliki perbedaan dengan pesantren modern dan identik dengan sebutan pesantren tradisional. Pesantren Salafiyah lebih berfokus pada kajian kitab-kitab klasik termasuk kitab kuning di dalamnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda dengan Pesantren Salafiyah, Pesantren Khalafiyah merupakan pengembangan dari Pesantren Salafiyah dengan mengikuti perkembangan zaman. Di lingkungan pesantren khalafiyah para santri tidak hanya belajar mengenai kitab-kitab klasik saja melainkan juga pelajaran umum seperti yang banyak diajarkan dalam pendidikan formal. 
Kisah Cinta Santri di Lembah Musthafawiyah
 
Kendati demikian sebagai sebuah lembaga pendidikan agama Islam pesantren tentu menjadi wilayah yang sarat akan hukum Islam. Salah satu di antaranya adalah dengan adanya pemisahan ruang hidup dan gerak antara santri (laki-laki) dan santriwati (perempuan). Begitu pula yang terjadi di salah satu pesantren tertua di Provinsi Sumatra Utara yaitu Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.
 
Pondok Pesantren Musthafawiyah berada di Desa Purba Baru, Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal. Pesantren dengan ciri khas gubuk-gubuk kecil yang berjejer di kanan dan kiri sepanjang jalan lintas Sumatra ini telah berusia lebih dari satu abad. 
 
Dihuni oleh kurang lebih 1.000 santri dan santriwati pesantren yang sudah ada sejak tahun 1912 ini telah banyak melahirkan ulama-ulama di Indonesia. Kendati demikian kehidupan di Pesantren Musthafawiyah hampir sama dengan pesantren lainnya yang sarat akan batasan dan pengawasan. 
 
Hidup saling terpisah tidak meredupkan kisah cinta di pesantren. Tembok tebal yang tak kasat mata tersebut berusaha ditembus oleh para santri dan santriwati untuk dapat saling berkomunikasi.
 
Bagaimana kehidupan para santri dalam menyeimbangkan pendidikan, agama dan kisah cinta yang kian mekar dan mendorong para santri/santriwati menemukan berbagai cara untuk berkomunikasi dengan lawan jenis. Telusuri kisah hidup dan lika-liku kehidupan cinta para santri dalam film dokumenter Eagle Institute Indonesia yang berjudul “Kisah Cinta di Pesantren Musthafawiyah” pada hari Sabtu, 9 April 2022 pukul 13.30 WIB dalam program Melihat Indonesia hanya di Metro TV.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif