Dampak banjir rob, pengungsi bertambah. Foto: Dok/Metro TV
Dampak banjir rob, pengungsi bertambah. Foto: Dok/Metro TV

Pengungsi Korban Banjir Rob di Pekalongan Terus Bertambah

Media Indonesia • 26 Juni 2022 14:27
Pekalongan: Gelombang pengungsian kembali terjadi setelah tanggul Sungai Meduri, Pekalongan, Jawa Tengah kembali jebol hingga mengakibatkan banjir air laut pasang (rob) melanda dua daerah di pantura itu.
 
Hingga Minggu dini hari jumlah pengungsi di bekas gedung Kelurahan Kraton Kidul, Kota Pekalongan terus bertambah. Sebelumnya saat beberapa jam banjir rob datang jumlah pengungsi baru tercatat 28 jiwa, namun kini bertambah hingga 54 jiwa.
 
Banjir rob di Kabupaten dan Kota Pekalongan itu lagi terjadi akibat tanggul Sungai Meduri kembali jebol sepanjang 26 meter, sehingga volume air yang sudah meninggi karena air laut pasang langsung membanjiri perkampungan penduduk di kawasan tersebut dengan ketinggian air 20-80 sentimeter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Awalnya kami belum berniat mengungsi, tapi perbaikan tanggul Sungai Meduri yang jebol belum selesai dan rob terus naik hingga pinggang orang dewasa membuat kami takut," ujar seorang pengungsi di lokasi, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Baca: Pengungsi Bertambah Akibat Dampak Banjir Rob Pekalongan
 
Garwo, 41, pengungsi lainnya warga Kelurahan Pasir Kraton Kramat, mengatakan, banjir tidak kunjung surut dan masuk ke dalam rumah hingga mencapai 50 sentimeter. "Mereka yang masih banyak yang bertahan karena rumahnya cukup tinggi," imbuhnya.
 
Berdasarkan data diterima, banjir rob kali ini telah merendam ribuan rumah di tiga kecamatan  yakni Mulyorejo, Karangjompo dan Tegaldowo.
 
Serta Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan juga terus meluas, bahkan jumlah desa dan kelurahan di dua daerah di pantura terendam tersebut juga bertambah.
 
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan banjir rob terjadi karena air laut pasang naik hingga mencapai 1,1 meter. Sehingga di muara sungai air naik melalui Sungai Meduri, Sungai Loji, Sungai Banger dan Sungai Gabus.
 
Selain sungai penuh, lanjut Dimas Arga Yudha, kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Meduri sepanjang 30 meter, sehingga diupayakan penambalan guna meminimalisasi banjir rob.
 
"Kita sudah lakukan evakuasi terhadap warga untuk diungsikan," tambahnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif