Salah seorang pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang tengah menunjukan stok lama minyak goreng.
Salah seorang pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang tengah menunjukan stok lama minyak goreng.

Pedagang Pasar di Kota Tangerang Mengeluh Tak Dapat Suplai Minyak Goreng Murah

Nasional minyak goreng Kota Tangerang Minyak Goreng Satu Harga
Hendrik Simorangkir • 20 Januari 2022 15:03
Tangerang: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menetapkan harga minyak goreng Rp14 ribu per liter mulai Rabu, 19 Januari 2022. Namun, penerapan satu harga ini belum dirasakan di Kota Tangerang. Pasalnya, pasar tradisional di Kota Tangerang masih menjual minyak goreng eceran dengan harga Rp20 ribu.
 
"Kalau saya masih jual dengan harga Rp19 ribu per liter, karena memang modalnya kita beli Rp18 per liter. Bahkan ada yang jual Rp20 per liter," ujar pedagang Pasar Anyar, Kota Tangerang, Hamdi, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Menurut Hamdi sejumlah pedagang di Pasar Anyar kecewa, lantaran pemerintah memprioritaskan penyaluran minyak goreng murah tersebut ketoko ritel modern, dibanding ke pedagang pasar tradisional. Hal itu, lanjutnya, membuat minyak goreng yang mereka jual tidak laku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Siapa yang mau beli di kita, karena harganya di atas ritel modern. Kenapa kok pemerintah kasihnya ke Alfa dan Indomaret, kok enggak ke kita (pedagang tradisional)," jelasnya.
 
Baca: Khofifah Pastikan Stok Minyak Goreng di Jatim Aman untuk 6 Bulan
 
Hamdi menjelaskan selain dirinya, saat ini banyak pedagang minyak goreng memilih menyetok barang dalam jumlah sedikit. Mereka ingin agar minyak goreng satu harga lebih dulu disosialisasikan guna mencegah kerugian. 
 
"Kita kasihan lah, karena terlanjur mengambil barang dengan harga lama yang tinggi. Saya pun menyetok sedikit barangnya (minyak goreng)," katanya.
 
Hal senada diungkapkan pedagang minyak goreng lainnya di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Yudha. Menurutnya, sampai hari ini dia masih menjual minyak goreng dengan harga Rp20 ribu per liter.
 
"Iya saya jual Rp20 ribu per liter. Karena saya beli barangnya (minyak goreng) sebelum ada informasi akan diturunkan harganya," jelas Yudha.
 
Yudha pun merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang lebih mendahulukan ritel modern penyalurannya diberikan. Menurutnya jangan sampai pedagang pasar tradisional perang harga dengan ritel modern.
 
"Iya semoga pemerintah segera turun tangan bikin operasi pasar untuk menstabilkan harga, jangan malah mengadu kita dengan kayak mereka (ritel modern)," ucap dia.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif