Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

5.000 Desa di Jatim Punya Ruang Observasi Covid-19

Amaluddin • 14 April 2020 00:26
Surabaya: Sebanyak 5.053 dari 7.724 desa/kelurahan di Jawa Timur memiliki ruang observasi untuk kasus covid-19 (korona). Sisanya, yakni 2.671 desa/kelurahan belum menyiapkan ruang observasi covid-19.
 
"Sebanyak 5.053 desa dan kelurahan itu setara dengan 59,3 persen dari jumlah desa dan kelurahan di Jatim, sudah memiliki ruang observasi ODP maupun PDP covid-19," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Senin malam, 13 April 2020.
 
Khofifah mengatakan, tempat observasi itu akan digunakan pemudik yang datang dari daerah terjangkit covid-19, untuk dikarantina selama 14 hari. Langkah ini adalah upaya untuk meminimalisasi dan mengantisipasi penyebaran covid-19 di Jatim.

"Kami harap jumlah ruang observasi berbasis desa/kelurahan terus bertambah. Kami mohon dengan sangat bagi para pemudik untuk melakukan karantina selama 14 hari. Ini untuk kebaikan kita, keluarga kita, serta lingkungan sekitar kita," kata Khofifah.
 
Baca: Kasus Positif Korona di Jatim 438 Orang
 
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dusun Sukorejo Desa Karangsono, Blitar, yang sudah selesai melakukan observasi warganya yang baru pulang dari Bekasi. Khofifah berharap pola ini menjadi referensi bagi desa atau kelurahan yang lain.
 
"Kami harap masyarakat yang dari daerah episentrum menyadari ketika kembali ke kampung halaman, untuk bersedia isolasi ataupun observasi di kampung," imbuh Khofifah. 
 
Sebanyak 438 warga Jatim positif covid-19, bertambah 52 kasus dari sebelumnya 386 orang. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1.447 orang, dan 14.423 orang dalam pemantauan (ODP).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan