Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Pemkab Malang Target Zero Stunting pada 2020

Nasional gizi kurang stunting
Daviq Umar Al Faruq • 18 November 2019 14:56
Malang: Bupati Malang M Sanusi menargetkan Kabupaten Malang, Jawa Timur, bebas stunting pada 2020. Saat ini angka stunting di Kabupaten Malang masih enam persen.
 
"Semua pihak saya harap kerja sama menangani permasalahan stunting. Tanpa gotong royong tidak mungkin bisa, khususnya bagi masyarakat. Terlebih lagi orang tua yang paling berperan penting dalam hal ini. Bagi leading sector bisa fokus segera mendata dan menindaklanjutinya," ujarnya, Senin, 18 November 2019.
 
Sanusi meminta penanganan stunting atau persoalan tumbuh kembang tidak optimal pada anak dilakukan secara simultan. Upaya pencegahan harus segera dilakukan dengan memperhatikan indikator penyebab.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, berdasarkan analisis ahli, faktor stunting dominan dipicu karena masalah ekonomi keluarga, asupan gizi, sanitasi, dan lingkungan. Terutama lingkungan yang dekat dengan pembakaran sampah.
 
"Asap sampah yang dibakar terhirup oleh bayi atau anak. Juga dari pemberian ASI yang tidak tercukupi sehingga harus dibantu dengan susu formula. Ini yang harus kita tangani bersama dengan serius," imbuhnya.
 
Guna merealisasikan hal tersebut, Sanusi menginstruksikan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang berperan sebagai penanggung jawab Satgas Khusus Penanganan Stunting.
 
Masing-masing OPD mendapatkan tugas menjadi bapak atau ibu asuh di setiap kecamatan. Sementara kepala puskesmas bertindak sebagai sekretaris, dan camat sebagai bendahara.
 
Sanusi memastikan biaya dari Satgas Khusus Penanganan Stunting tetap melekat pada Dinas Kesehatan. Dia menegaskan jumlah anggaran tidak akan melebihi DPA (dokumen pelaksanaan anggaran).
 
"Pembentukan satgas kami akan segera mengeluarkan surat tugas supaya program tersebut bisa segera dieksekusi," bebernya.
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Ratih Maharani, menuturkan, pihaknya segera bergerak dengan membuat kerangka acuan kerja bagi OPD. Terutama terkait wilayah binaan dari masing-masing OPD yang menjadi bapak dan ibu asuh Satgas Khusus Penanganan Stunting.
 
"Sebelum pola tersebut dieksekusi, kami terlebih dahulu akan melakukan studi banding ke Bali untuk mematangkan konsep. Kita kaji kendala yang paling banyak ditemui, misalnya persoalan sanitasi, begitu pula dengan kendala utama soal edukasi," pungkasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif