Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Sipir Rutan Kulon Progo Dianggap Teledor

Nasional tahanan kabur
Ahmad Mustaqim • 28 Oktober 2019 03:10
Kulon Progo: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Krismono, mengkritik sistem penjagaan Ruman Tahanan (Rutan) Kelas II B Wates, Kulon Progo sehingga lima Narapidana (Napi) bisa lolos, Minggu sore, 27 Oktober 2019. Krismono menyebut kasus itu akibat adanya keteledoran.
 
Ia mengaku mendapatan informasi lewat sambungan telepon dari Kepala Rutan Kulon Progo, Deny Fajariyanto. Lewat percakapan telepon itu, Deny mengabarkan kepada Krismono soal kaburnya lima napi.
 
Kepada Krismono, Deny menerangkan kaburnya lima napi itu saat memasuki waktu salat Asar. Para Napi itu kabur melewati gorong-gorong dan kemudian membuka teralis. Mereka lantas lewat pos jaga yang dalam kondisi kosong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya anggap itu keteledoran petugas. Kalau di situ ada petugas tidak akan mungkin ada yang lari," kata Krismono di Wates, Kulon Progo, pada Minggu malam, 27 Oktober 2019.
 
Ia mengakui memang ada keterbatasan jumlah petugas atau sipir di Rutan tersebut. Dalam benaknya, apabila ada petugas di pos jaga, kecil kemungkinan Napi bisa kabur.
 
"Tapi kalau di (pos jaga) atas ada petugasnya, tentunya ini tidak akan terjadi. Lewat di bawah pos. Naik pos, pasti ketahuan," ucapnya.
 
Krismono mengatakan sudah menanyakan kronologis kejadian kepada petugas. Pihaknya akan memeriksa lebih lanjut para petugas yang kebagian jadwal berjaga di pos. Bukan tak mungkin petugas itu akan mendapatkan sanksi.
 
"(Petugas) akan saya periksa, akan mengambil tindakan tegas. Itu kesalahan, kelengahan, keteledoran petugas," jelasnya.
 
Adapun lima Napi yang kabur yakni Dani, Syaiful Arifin, Taufiqurrohman alias Taufik, Abdul Aziz, dan Pinasti Bayu Setia Aji. Dari kelimanya, tiga orang sudah ditangkap
 
Krismono mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan polisi serta bantuan TNI mengejar dua orang napi yang masih kabur. Ia berjanji petugas gabungan akan segera mencokok mereka.
 
"Tidak ada batas waktu untuk (pengejaran) itu. Sampai kapanpun dia akan kembali lagi ke sini. Kita akan selalu mengejar. Kami koordinasi dengan polres manapun. Bergerak, semuanya untuk melakukan pencarian," ujarnya.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif