Komisi IX DPR RI berkunjung ke Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto: Humas Pemkot Surabaya
Komisi IX DPR RI berkunjung ke Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto: Humas Pemkot Surabaya

DPR Kepincut Program Ketahanan Keluarga Risma

Nasional keluarga berencana
Syaikhul Hadi • 31 Januari 2020 06:07
Surabaya: Komisi IX DPR RI mengapresiasi program ketahanan keluarga di Kota Surabaya. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Anshori Siregar ingin program Wali Kota Tri Rismaharini ini jadi contoh.
 
“Makanya kita datang ke sini (Surabaya). Mudah-mudahan kota yang lain bisa menyontoh apa yang telah dilakukan Kota Surabaya,” ujar Anshori saat berkunjung ke Rumah Dinas Tri Rismaharini Jalannya Sedap Malam, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Menurut dia, program Risma efektif mengendalikan jumlah penduduk. Sebab mayoritas masyarakat Indonesia bercokol di Pulau Jawa. Sebarannya yakni DKI Jakarta sekitar 10 juta penduduk, Jawa Barat 48 juta penduduk, Jawa Tengah 35 juta penduduk dan Jawa Timur 40 juta penduduk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk mengendalikan jumlah populasi penduduk tersebut. Kalau kita tidak bisa memanfaatkan bonus demografi, maka di tahun 2030 atau 2035 nanti bahaya terhadap demografi itu sendiri,” terangnya.
 
Baginya, program pengendalian penduduk menjadi instrumen penting menyambut bonus demografi. Anshori berencana mengundang Wali Kota Risma ke DPR RI, untuk memaparkan program ketahanan keluarga yang telah berjalan di Surabaya.
 
"Insya Allah kita juga siap membantu mendukung program-program yang ada di Kota Surabaya,” tandasnya.
 
Sementara, Risma menyambut baik kedatangan rombongan Komisi IX DPR RI. Menurut Risma, ketahanan keluarga adalah hal yang sangat penting. Karena, hal ini juga berpengaruh terhadap masa depan anak-anak.
 
“Makanya saya selalu sampaikan kepada orang Surabaya bahwa keberhasilan kita adalah saat kita bisa membuat anak-anak kita berhasil dan sukses,” katanya.
 
Apapun yang akan terjadi pada negara ini bergantung pada anak-anak. Tak ayal, ketika di Surabaya ada masalah keluarga, penanganan yang dilakukan pemkot selalu bersifat komprehensif.
 
“Penanganan yang kita lakukan harus komprehensif. Jadi tidak bisa dari sisi ayah, ibu atau anaknya saja. Makanya ketika ada masalah kita penanganannya semuanya,” pungkasnya.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif