Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Hanif Dhakiri, menghadiri Fashion Paradise 2019 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 12 Oktober 2019. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Hanif Dhakiri, menghadiri Fashion Paradise 2019 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 12 Oktober 2019. (Foto: Medcom.id/Mustholih)

Industri Fesyen Penyumbang Ekonomi Kedua Terbesar Indonesia

Nasional fesyen
Mustholih • 12 Oktober 2019 16:35
Semarang: Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Hanif Dhakiri, mengatakan, industri fesyen Tanah Air merupakan pendokrak ekonomi kedua terbesar perekonomian nasional subsektor ekonomi kreatif. Menurut dia industri mode punya potensi terus berkembang di Indonesia.
 
"Industri fesyen merupakan salah satu industri yang penting di Indonesia. Menempati dua besar penyumbang produk regional subsektor ekonomi kreatif," kata Hanif, Sabtu, 12 Oktober 2019.
 
Hanif menyebut industri fesyen bersaing ketat dengan industri kuliner dalam menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) dari sub-sektor ekonomi kreatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontribusi terhadap ekonomi nasional yang begitu besar, kata Hanif, membuat pemerintah terus berupaya menggerakkan industri kreatif Tanah Air. Salah satunya melalui pengembangan balai latihan ketenagakerjaan di beberapa daerah.
 
"Pemerintah sudah dua tahun ini terus memperbarui balai-balai pelatihan kerja khususnya di bidang fesyen. Di Semarang teknologi fesyen berkembang bagus, tempo hari ikut pameran mode di Paris. Ini menumbuhkan optimisme bagi kita hingga ekonomi kreatif berkembang dan berkontribusi di Indonesia," ungkap Hanif.
 
Hanif menyebut industri fesyen mampu memeratakan kesejahteraan. Lewat balai latihan kerja, pemerintah ingin anak-anak muda berkreasi dan memasarkan produknya ke industri fesyen.
 
"Sementara ini baru Semarang yang jadi model. Ke depan daerah-daerah yang sesuai dengan spirit fesyen akan kita kembangkan," beber dia.
 
Hanif menambahkan pihaknya tahun ini sudah melatih 1.800 orang menjadi calon desainer. Dia berharap peserta yang pernah ikut pelatihan desain bisa mengembangkan kemampuan mereka di industri fesyen.
 
"Di industri setidaknya jadi asisten desainer. Tentu ini akan meningkatlan karier anak-anak kita. Jadi lulusan SMA, SMK, atau yang tidak sekolah pun boleh (ikut pelatihan) karena fesyen tidak membutuhkan basis ilmu tertentu yang harus bagus," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif