Gunung Tanguban Parahu. Dok. PVMBG
Gunung Tanguban Parahu. Dok. PVMBG

Gunung Tangkuban Parahu Waspada, Warga Diminta Menjauh

Nasional gunung meletus erupsi gunung
Roni Kurniawan • 02 Agustus 2019 10:59
Bandung: Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengimbau masyarakat yang tinggal diarea Gunung Tangkuban Perahu untuk tetap tenang setelah peningkatan status dari Level I (normal) menjadi Level II (waspada) pada Jumat, 2 Agustus 2019. Pasalnya aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada dalam kondisi yang belum stabil dan aktivitas serta potensi erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.
 
"Jadi kami harapkan masyarakat tetap tenang mengikuti arahan, informasi dari mitigasi bencana Badan Geologi Kementerian ESDM terkait dengan perkembangan Gunung Tangkuban Parahu," ujar Kasbani di kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 2 Agustus 2019.
 
Kasbani mengatakan, hingga kini masih terjadi erupsi di salah satu gunung terbesar di Jawa Barat itu. Bahkan pihaknya memprediksi akan terjadi erupsi yang lebih besar dibandingkan erupsi pertama pada 26 Juli 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang potensi erupsinya masih ada dan mungkin bisa melebih seperti kemarin. tapi belum tentu potensi ancaman ini ada erupsi yang lebih besar," bebernya.
 
Sementara itu, lanjut Kasbani, dengan peningkatan status tersebut maka ancaman akan terjadi berupa hujan abu serta hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung, pedagang, masyarakat sekitar, bila kecenderungan konsentrasi gas-gas vulkanik tinggi.
 
"Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas," tegasnya.
 
Ia pun merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan dan pendaki, tidak mendekati kawah yang ada di puncak dalam radius 1,5 Km dari kawah aktif.
 
"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan BPBD Kabupaten Bandung Barat serta
BPBD Kabupaten Subang," pungkasnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif