Seorang pembatik tengah menyelesaikan pembuatan kain batik tulis di Sanggar Muria Batik Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Seorang pembatik tengah menyelesaikan pembuatan kain batik tulis di Sanggar Muria Batik Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Pelaku UMKM di Kudus Mulai Kembali Bergeliat

Nasional Virus Korona UMKM Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Antara • 13 Oktober 2020 23:46
Kudus: Aktivitas usaha para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai bergeliat kembali setelah sebelumnya sempat mengalami kelesuan di tengah masa pandemi covid-19. Aktivitas masyarakat saa ini mulai menuju normal baru.
 
"Jika sebelumnya sempat sepi pesanan selama empat bulan lebih, kini sejak adanya pelonggaran aktivitas di masyarakat pesanan pisau dapur mulai mengalir," kata salah seorang pengrajin pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Sahri Baedlowi, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Baca: Santri Positif di Sleman Jadi 153

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan saat ini mulai ada acara pernikahan meskipun secara sederhana tetapi ada pesanan pisau cendera mata. Pesanan yang diterima belum sebanding sebelum pandemi yang mencapai sekitar 1.000 pisau, sedangkan sekarang pesanannya hanya berkisar 200 pisau.
 
Pedagang besar yang biasa menjual pisau hasil kerajinan Bareng, Kecamatan Jekulo, Kudus, katanya, juga mulai order, meskipun masih sedikit karena disesuaikan dengan permintaan pasar.
 
"Biasanya setiap pedagang yang menjadi pelanggan setia pemesannya bisa mencapai 1.000 pisau, kini hanya 20-an kodi," jelasnya.
 
Upaya agar tetap eksis di tengah pandemi, yakni dengan promosi di media sosial secara masif karena menjadi mata pencaharian utama bagi dirinya bersama pengrajin pisau lainnya yang bermitra dengan dirinya.
 
Pengrajin batik tulis di Kudus juga mulai bergeliat, menyusul mulai mengalirnya pesanan batik tulis dari berbagai daerah.
 
"Saya memang tidak begitu mengandalkan media sosial, meskipun ada pesanan yang diterima dari medsos," kata Pemilik Sanggar Muria Batik Kudus, Yuli Astuti.
 
Awal-awal pandemi, dia mengakui, sempat kelebihan stok batik, namun setelah sempat terjadi kelangkaan masker, kemudian usahanya dialihkan membuat masker batik yang ditawarkan ke pembeli.
 
"Penjualannya memang sempat lesu, kemudian mulai bergairah dan saat ini mulai banyak pesanan batik untuk dibuat pakaian," ujarnya.
 

 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif