Ilustrasi hujan deras disertai angin. Medcom.id
Ilustrasi hujan deras disertai angin. Medcom.id

Warga Lebak Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

Nasional cuaca ekstrem musim hujan bencana alam
Antara • 17 Oktober 2020 00:56
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta masyarakat mewaspadai potensi hidrometeorologi di tengah pandemi covid-19. Potensi bencana tersebut di antaranya banjir, banjir bandang, puting beliung, dan tanah longsor.
 
"Kami berharap warga siap siaga menghadapi ancaman bencana alam itu," kata petugas BPBD Kabupaten Lebak, Rohmat, di Lebak, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Pada awal 2020, ada enam kecamatan di Kabupaten Lebak yang diterjang bencana alam. Bencana itu mengakibatkan sembilan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPBD Lebak telah menyebarluaskan informasi kepada aparatur kecamatan, desa, kelurahan, dan masyarakat untuk siap siaga menghadapi ancaman hidrometerologi untuk meminimalkan korban.
 
Selama ini, kata dia, Kabupaten Lebak menjadi langganan bencana alam jika cuaca buruk yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir. BPBD Lebak juga akan mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi untuk pencegahan banjir, banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.
 
"Kami berharap dengan meningkatkan kewaspadaan dapat mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya.
 
Baca: Jokowi Perintahkan Antisipasi Dampak Bencana Hidrometeorologi
 
Dia mengatakan ada ribuan warga Kabupaten Lebak yang tinggal di daerah rawan bencana alam, karena terdapat aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tersebar di 42 desa di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.
 
Saat ini, kata dia, masyarakat di daerah itu sudah berkoordinasi dengan kecamatan serta BPBD setempat terkait dengan kewaspadaan bencana alam. "Kami minta aparat kecamatan terus melakukan pemantauan di desa-desa rawan bencana guna mengurangi risiko bencana alam," katanya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif