Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Semarang Akan Vaksinasi Covid-19 15.488 Tenaga Medis

Nasional Virus Korona vaksin covid-19 Pencegahan Covid-19 penanggulangan covid-19
Media Indonesia.com • 05 Januari 2021 10:58
Semarang: Jumlah pasien covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali meningkat mendekati 1.000 orang dan kini dirawat di rumah sakit, rumah dinas wali kota, Balai Latihan Kerja Semarang, maupun isolasi mandiri.
 
Data pasien covid-19 sebanyak 713 orang adalah warga Kota Semarang, sedangkan 284 orang merupakan warga luar daerah. Totalnya hingga saat ini warga terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 21.560 orang, 14.373 orang sembuh dan 1.178 orang meninggal.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan sebagai upaya menekan covid-19 pada tahap pertama vaksinasi akan dilakukan terhadap 15.488 tenaga kesehatan. Kemudian dilanjutkan pelayan publik sebanyak 96.621 orang, 352.486 orang rentan, serta 520.391 warga umum dan pelaku ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu ada 201.541 orang rentan lainnya seperti lansia dan disabilitas yang masuk daftar penerima vaksin di Kota Semarang," ujar Abdul, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Baca juga: 2 Tahun Vakum, Bandara Pusako Anak Nagari Kembali Beroperasi
 
Sebaliknya, di Kabupaten Jepara mulai terjadi penurunan kasus covid-19. Hingga hari ini jumlah kasus covid-19 baik yang dirawat maupun isolasi mandiri mencapai 989 orang dari sebelumnya sebanyak 1.015 orang.
 
"Warga Jepara terkonfirmasi positif covid-19 terbanyak dirawat di luar daerah. Dari 148 orang dirawat, 81 orang di antaranya dirawat di luar Jepara," kata juru bicara Satgas Covid-19 Jepara Moh Ali.
 
Guna menanggulangi covid-19, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, M Fakhrudin, menambahkan akan menerima 4.586 dosis vaksin Sinovac pada tahap pertama. 
 
"Sasaran utama vaksinasi adalah tenaga kesehatan. Sampai sekarang Dinas Kesehatan Jepara masih mendata siapa saja yang akan menerima vaksin selain tenaga kesehatan," imbuhnya. (Akhmad Safuan)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif