Suasana di ruang isolasi pasien positif COVID-19 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (FOTO ANTARA/Azmi Samsul Maarif)
Suasana di ruang isolasi pasien positif COVID-19 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (FOTO ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

Isoter Covid-19 Kabupaten Tangerang Over Kapasitas

Antara • 06 Februari 2022 22:38
Tangerang: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang, Banten, menyatakan penggunaan ruang isolasi pasien positif covid-19 di daerah itu mengalami kelebihan kapasitas, yakni mencapai 120 persen.
 
"Tempat isolasi terpadu di Hotel Yasmin, Curug Kabupaten Tangerang sudah mencapai 120 persen, dengan total pasien ada 269 orang, sementara kapasitasnya hanya 240 kamar," kata juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, di Tangerang, Ahad, 6 Februari 2022.
 
Ia menyebutkan dari total kapasitas 240 kamar atau ruangan yang ada, saat ini telah dihuni oleh pasien isolasi covud-19 sebanyak 269 orang, dengan masing-masing kamar isolasi diisi oleh dua orang atau sampai tiga orang bagi isolasi dari klaster keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Kabupaten Tangerang berupaya mengaktifkan kembali rumah isolasi terpusat di setiap kecamatan di wilayahnya itu, guna dapat memfasilitasi para pasien yang menjalani isolasi tersebut.
 
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Sumbang 17 Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon
 
"Lokasinya sudah habis, makanya di tiap kecamatan masing-masing diaktifkan rumah isolasi terpusat," kata dia.
 
Sementara, Koordinator Tim Relawan Hotel Singgah Covid-19 Kabupaten Tangerang, Maulia Rahma, menambahkan pasien isolasi di Hotel Yasmin tersebut sudah melebihi kapasitas. Dalam sehari, pihaknya bisa menerima sebanyak 50 pasien,
 
"Seharusnya kapasitasnya untuk 240, tapi sekarang sudah diisi 269 pasien. Kemarin ada yang di atas 30 dan ada yang 50 sehari," ungkapnya.
 
Guna mengatasi membeludaknya pasien covid-19, pihaknya terpaksa mengisi tiap ruang dua sampai tiga orang meski bukan dari klaster keluarga.
 
"Sekarang yang keluarga kadang-kadang kalau satu kamar cuma berdua kita tambah ekstra bed agar bisa bertiga. Yang tadinya satu orang satu kamar, kalau misalnya satu kamar perempuan dengan perempuan walaupun bukan satu keluarga terpaksa kita satukan dengan ekstra bed," terang Maulia Rahma.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif