Lebak: Para korban tanah bergerak di Kabupaten Lebak, Banten, ingin segera direlokasi. Rumah mereka di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, mengalami retak-retak dan bahkan ada yang roboh akibat bencana alam tersebut.
Guna mencegah jatuh korban, mereka sementara tinggal di tenda pengungsian yang didirikan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tanah bergerak di pemukiman itu telah berlangsung satu bulan terakhir.
"Kami ingin hidup bersama keluarga aman dan nyaman dari ancaman bencana alam itu," kata pengungsi yang warga Kampung Cihuni, Ipaah, Jumat, 4 Maret 2022.
Masyarakat yang terdampak tanah bergerak mendambakan bisa tinggal di rumah. Mereka tidak nyaman tinggal di tenda pengungsian.
"Kami minta pemerintah daerah berupaya untuk merelokasi warga yang terdampak bencana alam itu," ucap dia.
Kepala Desa Curugpanjang Yadi mengatakan tanah bergerak di kampung itu berdampak terhadap 37 rumah warga, 48 kepala keluarga atau 173 jiwa. Masyarakat sudah mengosongkan rumah mereka untuk menghindari bencana karena kondisi rumah rusak berat dan terancam roboh.
Sebagian warga tinggal di pengungsian, ada juga yang mengontrak rumah. Sedangkan lainnya tinggal bersama kerabat atau orang tua di lokasi yang aman dari bencana.
Baca: Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Kabupaten Lebak Meluas
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan