Museum Lapawawoi. ANTARA/HO- Arsip Kemdikbud.go.id
Museum Lapawawoi. ANTARA/HO- Arsip Kemdikbud.go.id

Benda Pusaka Museum Lapawawoi yang Hilang Dicuri Ditemukan

Muhammad Syawaluddin • 20 Januari 2022 21:10
Makassar: Jajaran Polres Bone akhirnya menemukan benda pusaka yang beberapa waktu lalu dilaporkan hilang dari Museum La Pawawoi. Polisi enggan menyebut lokasi penemuan benda pusaka tersebut. 
 
"Kemarin (ditemukan). Saat ini masih berada di Mapolres Bone," kata, Kapolres Bone AKBP Ardiansyah, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Ardiansyah mengatakan pengungkapan kasus hilangnya benda pusaka tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Dinas Kebudayaan yang menduga barang-barang atau benda pusaka milik kerajaan Bone itu hilang sebanyak 95 persen. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanya saja, polisi masih belum mau mengungkapkan di mana benda-benda pusaka dari Museum La Pawawoi itu ditemukan setelah beberapa hari hilang. 
 
Baca: 5 Fakta Museum Kerajaan Bone di Sulsel Kemalingan, 95% Benda Pusaka Hilang
 
Ia juga menyatakan, hingga saat ini ada beberapa saksi yang telah diperiksa seperti pelapor dan terlapor. "Ada beberapa saksi (telah diperiksa). Yang jelas ini berproses," jelasnya. 
 
Sebelumnya, ratusan benda pusaka peninggalan Kerajaan Bone yang disimpan di Museum Lapawawoi, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga dicuri maling. Hampir semua barang pusaka di museum itu hilang. 
 
"Barang-barang yang hilang itu 95 persen," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemkab Bone, Andi Ansar Amal. 
 
Berbagai jenis barang tak ternilai dicuri dari Museum Lapawawoi. "Termasuk ada duplikat rambutnya Raja Bone, Arung Palakka, stempel kerajaan, uang kuno, kemudian beberapa benda tajam (pusaka) lainnya," beber Andi Ansar.
 
Bahkan, uang kuno berbagai macam jenis yang tersimpa ikut hilang diangkut bersama lemarinya. Barang yang tersisa di Museum Lapawawoi diperkirakan hanya 5 persen.
 
"Kami tidak bisa menaksir berapa kerugian, yang jelas hanya bisa dikatakan kerugian tidak bisa ditaksir dengan dinilai uang karena itu merupakan benda sejarah," paparnya. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif