Ilustrasi - Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw melihat langsung pembersihan Danau Tondano. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Ilustrasi - Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw melihat langsung pembersihan Danau Tondano. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Klaim Kepemilikan Sempadan Hambat Pembangunan Tanggul Danau Tondano

Antara • 13 Agustus 2022 06:34
Minahasa: Klaim kepemilikan lahan di sempadan Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), menghambat pembangunan tanggul pembatas badan air danau yang sementara dilakukan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) I.
 
"Kita akan membangun tanggul sepanjang 8,4 kilometer di tahun ini, tapi yang bisa kita akses baru 1,2 kilometer," kata Kepala BWSS I, I Komang Sudana, di Manado, Jumat, 12 Desember 2022.
 
Menurut dia, balai sungai tidak bisa bergerak bebas melakukan pembangunan tanggul karena klaim kepemilikan sempadan danau oleh warga setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya di atas tanggul yang dibangun tersebut akan ada area publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk jogging track.
 
"Ini kendala kami (klaim kepemilikan masyarakat) saat membangun tanggul di Danau Tondano," ujarnya.
 
Baca juga: Sulbar Bangun Infrastruktur Laut Dukung IKN

Progres pembangunan sampai saat ini masih di bawah 10 persen, dan dikhawatirkan tidak akan terserap maksimal bila klaim kepemilikan sempadan danau tersebut tidak diselesaikan.
 
"Kontrak pembangunan proyek tersebut hingga tahun 2023 mendatang. Kami akan berupaya maksimal agar pembangunan tanggul ini bisa selesai sesuai kontrak," ujarnya.
 
Ia menyebut, anggaran yang diplot untuk pembangunan proyek itu mencapai Rp200 miliar.
 
"Kami berharap dukungan para pemangku kepentingan, Bupati Minahasa, Gubernur Sulut termasuk masyarakat di sekitar danau Tondano, pembangunan tanggul ini bisa terlaksana," ajaknya.
 
Pembangunan tanggul pembatas badan air danau selain mencegah abrasi dan sedimentasi, juga diharapkan meminimalisasi alih fungsi dan okupasi lahan di kawasan tepi danau.
 
"Danau Tondano sebagai sumber air harus dijaga, dilindungi dan dilestarikan untuk kesejahteraan masyarakat. Danau ini merupakan aset negara yang harus dijaga agar tidak berkurang, caranya dengan membuat batas, tanggul berupa sempadan danau," jelasnya.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif