Banda Aceh: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan seluas 5,5 hektare lahan perkebunan warga dari tiga desa di Kabupaten Aceh Tengah terbakar. Hingga kini, belum diketahui penyebabnya.
Kepala BPBA Ilyas menyampaikan kebakaran lahan di Aceh Tengah tersebut terjadi pada Jumat petang, 9 September 2022.
"Untuk kronologinya atau penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwajib," kata Ilyas, Sabtu, 10 September 2022.
Baca: Kebakaran Tangki Terminal Balongan Diduga karena Sambaran Petir
Adapun lahan yang terbakar antara lain 2 hektare kebun nanas di Desa Calo Kecamatan Bebesan dan 1,5 hektare lahan kebun terbakar di Desa Merah Muyang Kecamatan Batu Lintang.
"Selanjutnya, ada 2 hektare lahan kebun terbakar di Desa Kala Nareh Kecamatan Pegasing. Untuk korban dan pengungsi tidak ada," ucap dia.
Ilyas menyampaikan dalam penanganan karhutla tersebut, BPBD Aceh Tengah masing-masing menurunkan satu unit mobil pemadam dan pick up dari posko induk dan Posko Jagong Jeget.
"Alhamdulillah akhirnya api dapat dipadamkan. Kami terus melakukan monitoring," jelasnya.
Banda Aceh: Badan Penanggulangan Bencana
Aceh (BPBA) melaporkan seluas 5,5 hektare lahan perkebunan warga dari tiga desa di Kabupaten Aceh Tengah
terbakar. Hingga kini, belum diketahui penyebabnya.
Kepala BPBA Ilyas menyampaikan kebakaran lahan di Aceh Tengah tersebut terjadi pada Jumat petang, 9 September 2022.
"Untuk kronologinya atau penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwajib," kata Ilyas, Sabtu, 10 September 2022.
Baca:
Kebakaran Tangki Terminal Balongan Diduga karena Sambaran Petir
Adapun lahan yang terbakar antara lain 2 hektare kebun nanas di Desa Calo Kecamatan Bebesan dan 1,5 hektare lahan kebun terbakar di Desa Merah Muyang Kecamatan Batu Lintang.
"Selanjutnya, ada 2 hektare lahan kebun terbakar di Desa Kala Nareh Kecamatan Pegasing. Untuk korban dan pengungsi tidak ada," ucap dia.
Ilyas menyampaikan dalam penanganan karhutla tersebut, BPBD Aceh Tengah masing-masing menurunkan satu unit mobil pemadam dan
pick up dari posko induk dan Posko Jagong Jeget.
"Alhamdulillah akhirnya api dapat dipadamkan. Kami terus melakukan monitoring," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)