Ilustrasi--Kegiatan imunisasi di salah satu desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jatim. (FOTO ANTARA/HO-Dinkes Pamekasan)
Ilustrasi--Kegiatan imunisasi di salah satu desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jatim. (FOTO ANTARA/HO-Dinkes Pamekasan)

BIAN di Papua Rendah, Orang Tua Takut Anak Divaksin Covid-19

Antara • 16 Agustus 2022 14:36
Jayapura: Dinas Kesehatan mengakui cakupan imunisasi dalam program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Papua rendah akibat banyak orang tua yang khawatir anaknya divaksinasi covid-19, bukan imunisasi campak dan rubela.
 
Kepala Seksi Survailen dan Imunisasi Dinkes Papua dr Elianus Tabuni mengakui akibat kekhawatiran itu orang tua melarang anaknya ke sekolah atau mendatangi puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.
 
"Itu tantangan dalam pelaksanaan BIAN sehingga kami akan terus memberikan pemahaman yang sudah terlanjur beredar di masyarakat bila imunisasi yang diberikan selama BIAN adalah campak-rubela dan bukan vaksin covid-19," ujar Tabuni, di Jayapura, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Dalam pelaksanaan BIAN I, cakupan di Papua terendah setelah Sumatra Barat atau berada di nomor 36 dari 37 provinsi di Indonesia.
 
Baca juga: 62.034 Anak di Tangerang Rampung Diimunisasi

Target BIAN di Papua tercatat 792.523 anak yang berusia hingga 12 tahun dan yang diimunisasi baru 140.100 orang
 
"Sedangkan target OPV tercatat 114.416 anak dan yang terealisasi baru 6.053 anak serta target IPV sebanyak 169.023 anak dan yang imunisasi 2.752 anak," jelas Tabuni.
 
Dikatakannya, dengan diperpanjang pelaksanaan BIAN secara nasional diharapkan cakupan di Papua dapat mencapai di atas 60 persen.
 
Karena itu pihaknya berharap para pemangku kepentingan senantiasa menyosialisasi manfaat imunisasi campak-rubela bagi anak sehingga masyarakat khususnya orang tua tidak takut bila di sekolah anaknya ada imunisasi.
 
Hal ini disebabkan selama Program BIAN selain diberikan imunisasi campak-rubela juga disertai pemberian dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.
 
"Mudah-mudahan dengan diperpanjangnya pelaksanaan BIAN maka makin banyak anak yang diimunisasi," harap Tabuni.

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif