Tangerang: Warga Jalan Lembah I, RT04/06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, berharap tembok penahan tebing atau turap di pinggir kali Pesanggrahan, yang melintasi wilayah tersebut segera dibangun. Pasalnya, ancaman longsor dan banjir selalu menghantui masyarakat setempat.
"Tahun 2021, longsor dan banjir di jalan ini. Sempat ada penanganan sementara dari Pemerintah Pusat, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sudah survei, ngukur-ngukur, tapi enggak tahu kenapa sampai hari ini belum dikerjakan," kata Akhyarudin, 67, ketua RT04, ditemui, Kamis 4 Agustus 2022.
Masyarakat, kata Akhyarudin, sangat berharap pembangunan turap bisa segera dikerjakan. Sebab saat hujan, warga selalu was-was akan potensi longsor yang bisa tiba-tiba terjadi.
"Kalau hujan turun pasti cemas, takut tiba-tiba tebing kali (Pesanggrahan) longsor. Jalan setapak ini sudah diperbaiki dua kali oleh Dinas Tangsel, tapi sudah bergeser lagi karena tanahnya bergerak," jelas dia.
Ia mengungkapkan tebing kali Pesanggrahan yang berbatasan dengan area jalan Lembah 1, itu memiliki panjang hingga 115 meter dengan kecuraman tebing bervariasi antara 9 meter hingga 24 meter.
Menurutnya, pemasangan turap dibibir kali Pesanggrahan, tidak bisa dikerjakan oleh Pemerintah Kota Tangsel, sebab, kawasan kali Pesanggrahan, merupakan wilayah kerja dari BBWSCC.
"Pemkot tidak bisa mengerjakan, dari Dinas juga selalu monitor dan sudah menyurati BBWSCC. Kami mohon segera diperhatikan," jelas dia.
Selain potensi longsor yang paling mengancam keselamatan warga, persoalan banjir juga dialami warga yang tinggal di dekat aliran kali Pesanggrahan. Ada belasan rumah yang menjadi langganan banjir. Sebab ketika air datang, ketinggiannya bisa mencapai 1,5 meter.
"Makanya kami minta segera dibuatkan turap. Dibikinin pintu air, sehingga pada saat air kali banjir itu bisa ditutup, paling tidak mengurangi banjirnya. Dan kalau bisa juga dilakukan pengerukan sedimentasi," ucap dia.
Win Fadlianta, Lurah Cirendeu, mengaku telah mengusulkan pembangunan turap dan pengerukan sedimentasi di aliran kali tersebut. Namun, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak selain terus memonitor kondisi warga.
"Iya itu sudah masuk usulan kita, sebenarnya sudah disurvei juga oleh BBWSCC. Memang kan, itu kewenangan BBWSCC. Kendalanya, di sana alat berat kesulitan masuk. Mudah-mudahan tahun ini bisa segera dilakukan penanganan," jelas dia.
Tangerang: Warga Jalan Lembah I, RT04/06, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, berharap
tembok penahan tebing atau turap di pinggir kali Pesanggrahan, yang melintasi wilayah tersebut segera dibangun. Pasalnya, ancaman longsor dan banjir selalu menghantui masyarakat setempat.
"Tahun 2021, longsor dan banjir di jalan ini. Sempat ada penanganan sementara dari Pemerintah Pusat, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sudah survei,
ngukur-ngukur, tapi enggak tahu kenapa sampai hari ini belum dikerjakan," kata Akhyarudin, 67, ketua RT04, ditemui, Kamis 4 Agustus 2022.
Masyarakat, kata Akhyarudin, sangat berharap pembangunan turap bisa segera dikerjakan. Sebab saat hujan, warga selalu was-was akan potensi longsor yang bisa tiba-tiba terjadi.
"Kalau hujan turun pasti cemas, takut tiba-tiba tebing kali (Pesanggrahan) longsor. Jalan setapak ini sudah
diperbaiki dua kali oleh Dinas Tangsel, tapi sudah bergeser lagi karena tanahnya bergerak," jelas dia.
Ia mengungkapkan tebing kali Pesanggrahan yang berbatasan dengan area jalan Lembah 1, itu memiliki panjang hingga 115 meter dengan kecuraman tebing bervariasi antara 9 meter hingga 24 meter.
Menurutnya, pemasangan turap dibibir kali Pesanggrahan, tidak bisa dikerjakan oleh Pemerintah Kota Tangsel, sebab, kawasan kali Pesanggrahan, merupakan wilayah kerja dari BBWSCC.
"Pemkot tidak bisa mengerjakan, dari Dinas juga selalu monitor dan sudah menyurati BBWSCC. Kami mohon segera diperhatikan," jelas dia.
Selain potensi longsor yang paling mengancam keselamatan warga, persoalan banjir juga dialami warga yang tinggal di dekat aliran kali Pesanggrahan. Ada belasan rumah yang menjadi langganan banjir. Sebab ketika air datang, ketinggiannya bisa mencapai 1,5 meter.
"Makanya kami minta segera dibuatkan turap. Dibikinin pintu air, sehingga pada saat air kali banjir itu bisa ditutup, paling
tidak mengurangi banjirnya. Dan kalau bisa juga dilakukan pengerukan sedimentasi," ucap dia.
Win Fadlianta, Lurah Cirendeu, mengaku telah mengusulkan pembangunan turap dan pengerukan sedimentasi di aliran kali tersebut. Namun, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak selain terus memonitor kondisi warga.
"Iya itu sudah masuk usulan kita, sebenarnya sudah disurvei juga oleh BBWSCC. Memang kan, itu kewenangan BBWSCC. Kendalanya, di sana alat berat kesulitan masuk. Mudah-mudahan tahun ini bisa segera dilakukan penanganan," jelas dia.
(MEL)