Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Cianjur, Jawa Barat, Endan Hamdani. (ANTARA/Ahmad Fikri)
Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Cianjur, Jawa Barat, Endan Hamdani. (ANTARA/Ahmad Fikri)

TKW Asal Cianjur Terluka Bakar Sekujur Tubuh usai Disiram Bubur Panas oleh Majikannya di Dubai

Antara • 08 Agustus 2022 22:34
Cianjur: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur bersurat ke Kementerian Luar Negeri agar dapat membantu kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur yang mendapat kekerasan dari majikannya.
 
Kadisnakertrans Cianjur, Endan Hamdani mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari keluarga PMI asal Cianjur atas nama Neni Aptiani, 41, warga Gang Edi, Kelurahan Sayang, Cianjur, yang disiram bubur panas oleh majikan tempatnya bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab.
 
"Pekerja migran tersebut dilaporkan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, sehingga meminta pihak keluarga untuk memulangkannya karena luka yang diderita akibat siraman bubur panas cukup parah," kata Endan, Senin, 8 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Endan menjelaskan untuk membantu keinginan keluarga dan pekerja migran, pihaknya melayangkan surat ke Kemenlu dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) agar korban dapat dipulangkan secepatnya, meski keberangkatannya tidak melalui prosedur resmi alias ilegal.
 
Baca: Penyelundupan 9 PMI Ilegal ke Malaysia Digagalkan

"Untuk tindak lanjut memang belum ada, namun secara lisan pihak kementerian sudah menyatakan siap membantu hingga kepulangannya ke Cianjur. Kami akan terus berkomunikasi agar pekerja migran asal Cianjur itu dapat dipulangkan segera," katanya.
 
Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira) Cianjur, Ali Hildan, mengatakan pihaknya juga mendapat laporan dan permintaan bantuan dari pihak keluarga untuk memulangkan korban yang mendapat siraman bubur panas dari majikan tempatnya bekerja di Dubai.
 
"Kami sudah menghubungi KBRI di Dubai untuk melacak keberadaan Neni saat ini karena dalam kondisi sakit dan dipaksa untuk tetap bekerja. Korban berangkat secara ilegal lima bulan yang lalu dan sudah tiga kali ganti majikan," katanya.
 
Pihaknya bersama dinas terkait di Pemkab Cianjur, akan berupaya memulangkan korban secepatnya karena kondisi kesehatannya terus menurun, namun masih tetap dipaksa untuk bekerja. Hal itu diketahui setelah mendapat kiriman video melalui pihak keluarga di Cianjur.
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif