Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim

Dinyatakan Termiskin, Gubernur DIY Bandingkan dengan Jawa Tengah

Ahmad Mustaqim • 25 Januari 2023 15:38
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, membandingkan angka kemiskinan wilayahnya dengan Jawa Tengah. Secara angka kemiskinan di Jawa Tengah disebut tak jauh beda dengan DIY.
 
Sultan mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut persentase kemiskinan DIY pada 2022 sekitar 11 persen menunjukkan angkanya sekitar 400 ribu penduduk dengan asumsi jumlah total 3,7 juta jiwa. Sementara persentase Jawa Tengah yang sekitar 9 persen jumlahnya lebih besar.
 
"Tapi kalau Jawa Tengah (angka kemiskinannya) 9 persen memang lebih rendah, ning kalinya (tapi dikali) kan 36 juta (jiwa). Kan beda. Iya to," kata Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 25 Januari 2023.  
 
Baca: Gubernur Jateng Ajak Perusahaan Buka Lapangan Kerja untuk Tekan Kemiskinan

Dengan asumsi jumlah penduduk Jawa Tengah sekitar 30 juta, 9 persen angka kemiskinan Jawa Tengah menjadi sekitar 2,7 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya kalau memang miskinnya sekian ya ndak papa. Hanya kita ini terlalu berasumsi persentase, nek fairness ya jumlah orangnya piro kan gitu," jelas Sultan.
 
Sultan mengatakan tak mempersoalkan masalah angka. Ia menilai tugas penting yang perlu dilakukan membantu masyarakat yang masuk kelompok miskin.
 
Ia mengatakan membantu masyarakat miskin bisa dengan memberikan bantuan uang tunai jika penilaian kemiskinan dari sisi pengeluaran. Namun ada sisi lain yang patut di pertimbangkan yakni aset.
 
"Karena asetnya tidak dihitung tapi harus bisa mengonsumsi dengan 2.500 kalori. Lha kalau maem kalorine dihitung ora (tidak)? Saya pun juga nggak ngitung kan gitu," ungkapnya.
 
Ia mengatakan intervensi dengan memberikan uang tunai agar pengeluaran dari Rp480 ribu menjadi Rp500 ribu belum tentu jadi solusi. Pasalnya, kata dia, tak semua masyarakat akan membelanjakan uang bantuan.
 
"Tapi sebaliknya bapak kalau makan bagaimana, ya sakwontenipun sik penting sapi kula sehat (makan seadanya yang penting sapi sehat). Terus piye (lalu bagaimana)? Itu terjadi betul," ujarnya
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi termiskin se-Pulau Jawa pada 2022. Data tersebut mencatatkan angka kemiskinan di DIY sebesar 463.630 jiwa atau 11,49 persen.
 
Posisi DIY diikuti Jawa Tengah yang angka kemiskinannya 10,98 persen dan Jawa Timur 10,49 persen. Setelahnya ada Jawa Barat dengan angka kemiskinan 7,98 persen; Banten 6,24 persen; dan DKI Jakarta 4,61 persen.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif