medcom.id, Pangkep: Warga bantaran Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, gempar menemukan biota sungai mengapung dalam kondisi mati. Peristiwa itu menghebohkan warga sejak dua hari lalu.
Menurut Endang, warga sekitar, mengguyur Sabtu (8/11) sekitar pukul 13.00 Wita, sebelum biota sungai mati mengapung hujan deras. Itu merupakan hujan pertama setelah kemarau panjang.
Air sungai meninggi, beberapa ikan dan hewan lainnya berloncatan di permukaan. Sekitar pukul 17.00 Wita, ikan dan udang di sungai tersebut mati mengapung.
"Baru kali ini ada kejadian seperti ini. Kita tidak perluh mancing atau menjala ikan lagi, bisa langsung diambil dengan tangan," seru Endang, 35, Minggu (9/11/2014).
Mengetahui terjadi fenomena aneh di wilayahnya, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, langsung menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan di sungai yang membelah Kota
Pangkep sepanjang 15 kilometer itu.
"Ini sudah meresahkan warga. Dari hasil investigasi teknis itulah pihak pemerintah akan mengambil langkah taktis untuk mengatasi dampak lingkungan dan jangka panjang dari fenomena alam yang terjadi di penghujung musim kemarau ini," katanya.
Selain itu, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkep mengimbau warga bantaran Sungai Pangkajene tidak mengkonsumsi ikan dan hasil tangkapan dari sungai itu.
Kepala Dina Perikanan Pangkep M Natsir, mengaku, sejak sabtu sudah diambil sampel-sampel ikan, udang dan hewan jenis lain yang mati mengapung di sungai. "Jadi kita tunggu dulu hasilnya," kata dia.
medcom.id, Pangkep: Warga bantaran Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, gempar menemukan biota sungai mengapung dalam kondisi mati. Peristiwa itu menghebohkan warga sejak dua hari lalu.
Menurut Endang, warga sekitar, mengguyur Sabtu (8/11) sekitar pukul 13.00 Wita, sebelum biota sungai mati mengapung hujan deras. Itu merupakan hujan pertama setelah kemarau panjang.
Air sungai meninggi, beberapa ikan dan hewan lainnya berloncatan di permukaan. Sekitar pukul 17.00 Wita, ikan dan udang di sungai tersebut mati mengapung.
"Baru kali ini ada kejadian seperti ini. Kita tidak perluh mancing atau menjala ikan lagi, bisa langsung diambil dengan tangan," seru Endang, 35, Minggu (9/11/2014).
Mengetahui terjadi fenomena aneh di wilayahnya, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, langsung menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan di sungai yang membelah Kota
Pangkep sepanjang 15 kilometer itu.
"Ini sudah meresahkan warga. Dari hasil investigasi teknis itulah pihak pemerintah akan mengambil langkah taktis untuk mengatasi dampak lingkungan dan jangka panjang dari fenomena alam yang terjadi di penghujung musim kemarau ini," katanya.
Selain itu, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkep mengimbau warga bantaran Sungai Pangkajene tidak mengkonsumsi ikan dan hasil tangkapan dari sungai itu.
Kepala Dina Perikanan Pangkep M Natsir, mengaku, sejak sabtu sudah diambil sampel-sampel ikan, udang dan hewan jenis lain yang mati mengapung di sungai. "Jadi kita tunggu dulu hasilnya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)