medcom.id, Pemalang: Aktivitas vulkanik Gunung Slamet, Jawa Tengah, masih tinggi meskipun sempat menurun beberapa saat. Pergerakan magma di perut gunung setinggi 3.428 meter itu masih terekam.
Pemantauan Media Indonesia dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Rabu (1/10/2014), masih terlihat kepulan asap putih di puncak gunung dengan ketinggian 50-200 meter.
Lontaran lava pijar pada malam hari juga masih terlihat dengan diikuti gempa tremor dengan kekuatan amplitudo 2-20 milimeter, dominan 5 milimeter.
Status Siaga atau level III tetap diberlakukan. Warga tidak diperbolehkan berada pada radius 4 kilometer darti puncak gunung di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes itu.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengindikasikan adanya pergerakan aliran magma dari perut gunung. Namun, belum diketahui besaran magma yang bergerak ke atas.
Sementara itu, ribuan warga masih terlihat melakukan akrivitas di lereng Gunung Slamet. Mereka di antraranya melakukan pemananan sayuran seperti kol, kentang, maupun tomat.
"Kita tetap bekerja seperti biasa, apalagi kondisi tidak segawat sebelumnya hingga kami tenang bekerja," kata Prayitno,52, warga Pulosari.
medcom.id, Pemalang: Aktivitas vulkanik Gunung Slamet, Jawa Tengah, masih tinggi meskipun sempat menurun beberapa saat. Pergerakan magma di perut gunung setinggi 3.428 meter itu masih terekam.
Pemantauan
Media Indonesia dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Rabu (1/10/2014), masih terlihat kepulan asap putih di puncak gunung dengan ketinggian 50-200 meter.
Lontaran lava pijar pada malam hari juga masih terlihat dengan diikuti gempa tremor dengan kekuatan amplitudo 2-20 milimeter, dominan 5 milimeter.
Status Siaga atau level III tetap diberlakukan. Warga tidak diperbolehkan berada pada radius 4 kilometer darti puncak gunung di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes itu.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sudrajat, mengindikasikan adanya pergerakan aliran magma dari perut gunung. Namun, belum diketahui besaran magma yang bergerak ke atas.
Sementara itu, ribuan warga masih terlihat melakukan akrivitas di lereng Gunung Slamet. Mereka di antraranya melakukan pemananan sayuran seperti kol, kentang, maupun tomat.
"Kita tetap bekerja seperti biasa, apalagi kondisi tidak segawat sebelumnya hingga kami tenang bekerja," kata Prayitno,52, warga Pulosari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)