Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Christian Sohilait. Foto: Medcom.id/Roy Ratumakin.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Christian Sohilait. Foto: Medcom.id/Roy Ratumakin.

Kepala Desa di Papua Diancam KKB

Nasional kelompok bersenjata di papua
Roylinus Ratumakin • 25 November 2019 15:24
Jayapura: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Christian Sohilait, menyetujui kepala kampung/desa ditindak secara hukum bila terbukti memberikan bantuan ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dia mengaku sejumlah kepala distrik diancam KKB.
 
"Memang ada beberapa kepala kampung yang bertemu dengan saya, dan mereka sampaikan bahwa mereka mendapatkan ancaman dari pihak KKB kalau tidak memberikan dana," kata Christian, di Jayapura, Papua, Senin, 25 November 2019.
 
Dia mengatakan ada Lima distrik di Kabupaten Lanny Jaya yang menjadi sarang atau tempat lintas para KKB. Lima distrik tersebut yakni Distrik Wano Barat, Kuyawage, Balingga Barat, Balingga, dan Distrik Ayumnati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menduga, mereka (KKB) menekan para kepala kampung untuk memberikan bantuan. Sampai saya mendunga ada dana desa yang akhirnya diberikan oleh kepala kampung karena diancam," ujarnya.
 
Dia mengungkap penyaluran dana desa tahap ke empat tahun ini diinstruksikan tidak disalurkan. Pasalnya, perayaan HUT OPM sudah didepan mata yaitu pada 1 Desember 2019.
 
"Menjelang 1 Desember tidak ada pencairan dana desa, agar jangan sampai dana desa diberikan ke KKB karena adanya ancaman ke kepala kampung. Kalaupun dalam praktiknya mereka (kepala kampung) memberikan kepada KKB seperti hewan ternak dan bahan makanan lainnya, itu adalah urusan mereka,” katanya.
 
Christian menyakini keamanan para kepala desa tetap terjaga. Dia yakin para KKB tak akan menyakiti kepala kampung, karena masih memiliki ikatan.
 
"Kalau dipukul, ditendang, saya rasa itu bisa dilakukan oleh mereka (KKB). Tapi kalau sudah menghilangkan nyama, pastinya tidak, karena apabila ada kepala kampung yang kehilangan nyawa, maka urusannya akan lebih berat (urusan adat)," jelasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif