Tangerang: Adilah Hana Khotimah, 15, siswi SMA Negeri 7 Kota Tangerang, Banten, terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional untuk peringatan HUT RI 17 Agustus 2019. Adilah menyingkirkan ribuan peserta tingkat SMA/SMK di Kota Tangerang.
"Proses seleksi dikemas dalam bentuk latihan gabungan (Latgab) dan dilaksanakan selama tiga kali dengan jumlah peserta 1.500 orang dari seluruh SMA/SMK yang ada di Kota Tangerang," ujar Adilah yang masih duduk di kelas 11 SMAN 7 Kota Tangerang, Senin, 29 Juli 2019.
Anak pertama pasangan Ismayudin Yuliyzar dan Nophitriyani itu berhasil menjadi Paskibraka Nasional setelah menjalani seleksi ketat perekrutan calon pengibar bendera pusaka (capaska) di tingkat Kota Tangerang dan Provinsi Banten. Adila mengaku sebelum terpilih menjadi bagian Paskibraka Nasional, dirinya mengikuti tahapan seleksi mulai dari tingkat sekolah.
"Materi seleksi meliputi kesamaptaan, pengetahuan umum, kesehatan, bahasa Inggris dan kesenian," katanya.
Adila menjelaskan dirinya dinyatakan lolos pada tingkat kota. Kemudian dia mengikuti tahapan selanjutnya yaitu seleksi tingkat Provinsi Banten, di mana Adila menjadi bagian dari 10 orang terbaik pelajar asal Kota Tangerang yang dinyatakan layak dan lolos ke tingkat Banten.
"Untuk menjadi Paskibraka Nasional kita melanjutkan dengan mengikuti seleksi provinsi dan nasional, di sini terpilih 10 pasang putra putri pada pradiklat, lalu diseleksi lagi menjadi 5 pasang putra putri untuk mengikuti seleksi Provinsi Banten," jelasnya.
Namun, sebelum mengikuti seleksi sebagai Paskibraka Nasional, ia ditempa dan digembleng kedisiplinan oleh para senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI) di Kota Tangerang.
"Training center dimulai tanggal 27 Maret sampai 8 April 2019. Kemudian pada tanggal 9-12 April 2019 berangkat ke Kota Serang untuk mengikuti seleksi Capaska provinsi dan nasional," ucapnya.
Remaja dengan tinggi badan 170 sentimeter ini mengaku selama di Kota Serang, Banten, dirinya harus beradu fisik dan mental dengan 80 peserta lainnya.
"Karena setiap provinsi hanya bisa mengurus dua calon Paskibraka atau satu pasang, maka Banten menyeleksi 80 peserta dari delapan kota/kabupaten untuk disaring menjadi satu pasangan dan alhamdulillah bisa terpilih dan bangga," tuturnya.
Menurut Adila, menjadi Paskibraka Nasional adalah impiannya. Karena sudah menyukai kegiatan Pasukan Baris Berbaris (PBB) ketika duduk di tingkat SMP.
"Saya menyukai kegiatan PBB, mulai dari SMP sampai sekarang, terlebih sekarang saya bisa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional tahun ini," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Ahmad Suhaeli, mengatakan seleksi Paskibra tingkat Kota Tangerang dilakukan sejak Maret, dengan melibatkan para pelajar tingkat SMA dan SMK.
"Jadi pada waktu itu ada 1.100 pelajar yang menjalani seleksi. Seleksi awal kita tes fisik, kesehatan, samapta, pengetahuan dan wawasan kebangsaan," jelas Ahmad.
Ahmad menjelaskan dari 1.100 pelajar dipilih 450 orang kemudian disaring kembali menjadi 10 pasang terbaik. "Kita tes fisik lagi dan melakukan wawancara untuk memilih 5 pasang terbaik untuk dikirim pada seleksi di Provinsi Banten," katanya.
Tahapan selanjutnya dilakukan seleksi oleh petugas dari Provinsi Banten, di mana setiap kabupaten/kota mengutus lima pasangan calon.
"Masing-masing kabupaten/kota mengirim 10 orang (lima pasang) untuk dipilih dua orang (satu pasang) yang akan dikirim ke tingkat nasional (utusan Banten)," ujarnya.
Wali Kelas Adilah Sukaryono mengungkap Adilah adalah sosok yang kalem dan disiplin. Adila pun menjadi anak didik favorit di sekolah.
Sukaryono menuturkan Adilah sudah masuk karantina pelatihan Paskibraka Nasional di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, untuk mengikuti pelatihan baris berbaris sampai 17 Agustus 2019. Pihak sekolah sudah memberikan izin untuk Adilah agar fokus dan berkonsentrasi selama pelatihan.
"Kita persilakan dan mendukungnya, semoga bisa membanggakan Tangerang khususnya SMAN 7 Tangerang," ucapnya.
Adilah merupakan siswi kedua yang berangkat mengibarkan sang saka merah putih di Istana Medeka, Jakarta, dengan membawa almamater SMAN 7 Tangerang. Pada 2006, SMAN 7 Tangerang pernah mengirimkan siswinya, Nadia, menjadi Paskibraka Nasional.
"Kalau kita enggak ada paksaan, semua kan minat dan hobi. Kalau menonjol akan kita dorong selalu. Seperti Adilah, berprestasi di lapangan juga soal pelajaran dia intelejensinya bagus," jelasnya.
Tangerang: Adilah Hana Khotimah, 15, siswi SMA Negeri 7 Kota Tangerang, Banten, terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional untuk peringatan HUT RI 17 Agustus 2019. Adilah menyingkirkan ribuan peserta tingkat SMA/SMK di Kota Tangerang.
"Proses seleksi dikemas dalam bentuk latihan gabungan (Latgab) dan dilaksanakan selama tiga kali dengan jumlah peserta 1.500 orang dari seluruh SMA/SMK yang ada di Kota Tangerang," ujar Adilah yang masih duduk di kelas 11 SMAN 7 Kota Tangerang, Senin, 29 Juli 2019.
Anak pertama pasangan Ismayudin Yuliyzar dan Nophitriyani itu berhasil menjadi Paskibraka Nasional setelah menjalani seleksi ketat perekrutan calon pengibar bendera pusaka (capaska) di tingkat Kota Tangerang dan Provinsi Banten. Adila mengaku sebelum terpilih menjadi bagian Paskibraka Nasional, dirinya mengikuti tahapan seleksi mulai dari tingkat sekolah.
"Materi seleksi meliputi kesamaptaan, pengetahuan umum, kesehatan, bahasa Inggris dan kesenian," katanya.
Adila menjelaskan dirinya dinyatakan lolos pada tingkat kota. Kemudian dia mengikuti tahapan selanjutnya yaitu seleksi tingkat Provinsi Banten, di mana Adila menjadi bagian dari 10 orang terbaik pelajar asal Kota Tangerang yang dinyatakan layak dan lolos ke tingkat Banten.
"Untuk menjadi Paskibraka Nasional kita melanjutkan dengan mengikuti seleksi provinsi dan nasional, di sini terpilih 10 pasang putra putri pada pradiklat, lalu diseleksi lagi menjadi 5 pasang putra putri untuk mengikuti seleksi Provinsi Banten," jelasnya.
Namun, sebelum mengikuti seleksi sebagai Paskibraka Nasional, ia ditempa dan digembleng kedisiplinan oleh para senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI) di Kota Tangerang.
"Training center dimulai tanggal 27 Maret sampai 8 April 2019. Kemudian pada tanggal 9-12 April 2019 berangkat ke Kota Serang untuk mengikuti seleksi Capaska provinsi dan nasional," ucapnya.
Remaja dengan tinggi badan 170 sentimeter ini mengaku selama di Kota Serang, Banten, dirinya harus beradu fisik dan mental dengan 80 peserta lainnya.
"Karena setiap provinsi hanya bisa mengurus dua calon Paskibraka atau satu pasang, maka Banten menyeleksi 80 peserta dari delapan kota/kabupaten untuk disaring menjadi satu pasangan dan alhamdulillah bisa terpilih dan bangga," tuturnya.
Menurut Adila, menjadi Paskibraka Nasional adalah impiannya. Karena sudah menyukai kegiatan Pasukan Baris Berbaris (PBB) ketika duduk di tingkat SMP.
"Saya menyukai kegiatan PBB, mulai dari SMP sampai sekarang, terlebih sekarang saya bisa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional tahun ini," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Ahmad Suhaeli, mengatakan seleksi Paskibra tingkat Kota Tangerang dilakukan sejak Maret, dengan melibatkan para pelajar tingkat SMA dan SMK.
"Jadi pada waktu itu ada 1.100 pelajar yang menjalani seleksi. Seleksi awal kita tes fisik, kesehatan, samapta, pengetahuan dan wawasan kebangsaan," jelas Ahmad.
Ahmad menjelaskan dari 1.100 pelajar dipilih 450 orang kemudian disaring kembali menjadi 10 pasang terbaik. "Kita tes fisik lagi dan melakukan wawancara untuk memilih 5 pasang terbaik untuk dikirim pada seleksi di Provinsi Banten," katanya.
Tahapan selanjutnya dilakukan seleksi oleh petugas dari Provinsi Banten, di mana setiap kabupaten/kota mengutus lima pasangan calon.
"Masing-masing kabupaten/kota mengirim 10 orang (lima pasang) untuk dipilih dua orang (satu pasang) yang akan dikirim ke tingkat nasional (utusan Banten)," ujarnya.
Wali Kelas Adilah Sukaryono mengungkap Adilah adalah sosok yang kalem dan disiplin. Adila pun menjadi anak didik favorit di sekolah.
Sukaryono menuturkan Adilah sudah masuk karantina pelatihan Paskibraka Nasional di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, untuk mengikuti pelatihan baris berbaris sampai 17 Agustus 2019. Pihak sekolah sudah memberikan izin untuk Adilah agar fokus dan berkonsentrasi selama pelatihan.
"Kita persilakan dan mendukungnya, semoga bisa membanggakan Tangerang khususnya SMAN 7 Tangerang," ucapnya.
Adilah merupakan siswi kedua yang berangkat mengibarkan sang saka merah putih di Istana Medeka, Jakarta, dengan membawa almamater SMAN 7 Tangerang. Pada 2006, SMAN 7 Tangerang pernah mengirimkan siswinya, Nadia, menjadi Paskibraka Nasional.
"Kalau kita enggak ada paksaan, semua kan minat dan hobi. Kalau menonjol akan kita dorong selalu. Seperti Adilah, berprestasi di lapangan juga soal pelajaran dia intelejensinya bagus," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)