Sidang tuntutan mantan Panglima Jihad Indonesia, Jafar Umar Thalib, di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 4 Juli 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Sidang tuntutan mantan Panglima Jihad Indonesia, Jafar Umar Thalib, di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 4 Juli 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Sidang Tuntutan Eks Panglima Jihad Ditunda

Nasional perusakan
Muhammad Syawaluddin • 04 Juli 2019 16:48
Makassar: Sidang lanjutan mantan Panglima Jihad Indonesia, Jafar Umar Thalib ditunda. Penundaan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ditunda lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menyiapkan administrasi untuk sidang tersebut.
 
"Tuntutan kami belum siap. Kami masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung," kata salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adrianus, dihadapan majelis hakim, di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 4 Juli 2019.
 
Setelah pernyataan JPU, majelis hakim yang dipimpin oleh Suratno menunda sidang agenda tuntutan. Majelis hakim memberi waktu JPU selama lima hari untuk menyelesaikan tuntutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sidang hari ini ditunda dan akan kita lanjutkan pada sidang tuntutan pada hari Selasa 9 Juli 2019 pekan depan," kata Suratno.
 
Sebelumnya, mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Dia disidang dalam kasus perusakan sound sistem warga di Koya Barat, Jayapura, Papua, pada 27 Februari 2019 lalu yang menjadikannya sebagai terdakwa.
 
Jafar Umar Thalib bersama enam orang anggotanya merusak sound sistem warga karena merasa terganggu dengan lagu yang diputar korban, saat pihak Jafar Umar Thalib sedang melaksanakan ceramah agama di masjid.
 
Jafar didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No.12 Tahun 1951 tentang senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk. Jafar juga didakwa pasal 170 ayat (1)KUHP tentang penyerangan dan perusakan.
 
Baca:Eks Panglima Laskar Jihad Akui Perbuatannya dan Minta Maaf
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif