Kapolda Kepualauan Riau (Kepri) Irjen Andhap Budi Revianto menyapa pasien katarak saat pengobatan gratis di RS Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu, 9 November 2019. Dokumentasi/ istimewa
Kapolda Kepualauan Riau (Kepri) Irjen Andhap Budi Revianto menyapa pasien katarak saat pengobatan gratis di RS Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu, 9 November 2019. Dokumentasi/ istimewa

Polda Kepri Operasi Ratusan Penderita Katarak

Nasional katarak
Antara • 09 November 2019 19:41
Batam: Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar bakti sosial kesehatan operasi katarak gratis di RS Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu, 9 November 2019.Bakti sosial tersebut juga digelar untuk memperingati Hari Pahlawan yang dihelat dengan stakeholder.
 
Kegiatan ini diikuti 334 pasien dari 7 kota/kabupaten di Provinsi Kepri. Setelah diverifikasi 152 pasien dinyatakan memenuhi persyaratan dan sisanya 182 pasien tidak memenuhi syarat mengingat 101 pterigium (lemak menutupi lensa mata), 43 katarak immatur (katarak belum matang), 27 visus baik (masih tajam penglihatan) dan 11 hanya iritasi mata.
 
"152 pasien yang dinyatakan lolos terdiri dari 81 laki-laki dan 71 perempuan. Masing-masing perwakilan dari Kota Batam 97 orang, Kabupaten Karimun 37 orang, Kabupaten Bintan 8 orang, Kota Tanjung Pinang 6 orang dan Kabupaten Lingga 4 orang," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erlangga menjelaskan dalam kegiatan ini Polda Kepri bekerjasama dengan Himpunan Bersatu Teguh, Bala Bentara Indonesia, Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), RS Awal Bros Batam, RS BP Batam, Dinkes Prov Kepri, BP Batam, dan Melayu Raya.
 
"Bakti sosial kesehatan ini juga diisi penyerahan bantuan Mikroskop kepada 6 SMA di Kota Batam serta pemberian plakat dan piagam penghargaankapolda kepada Andreas Sofiandi, Andry Wibowo dan 12 dokter spesialis mata," jelas Erlangga.
 
Erlangga berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung kepada para penderita agar terhindar dari kebutaan yang disebabkan katarak.
 
Menurut Erlangga catatan per-2 juta penduduk Indonesia sebanyak 1,5 persennya menderita katarak dan lebih dari 50 persennya kasus mata katarak ini menyebabkan kebutaan dan Indonesia menempati peringkat kedua kasus kebutaan tertinggi setelah Eutopia dan peringkat pertama di Asia Tenggara.
 
"Dengan resiko serta jumlah tersebut, Polda Kepri dan jajaran serta stakeholder terkait bersama-sama menyelenggarakan kegiatan sosial ini," pungkas Erlangga.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif