Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/ Damar I
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/ Damar I

Pernyataan Khofifah Terkait Bau Sampah di GBT Tuai Kritik

Nasional Piala Dunia U-20
Amaluddin • 03 November 2019 06:02
Surabaya: Netizen mendadak ramai-ramai mengkritik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di media sosial. Mereka tidak terima Khofifah menyebut ada aroma tidak sedap di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
 
Salah satunya dilontarkan Yudhi Pratidina, yang menyebut Khofifah tidak menghormati perjuangan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar GBT menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
 
"Kebacut Khofifah….!. Gak ngajeni (menghargai) perjuangan dan kebanggaane Bu Risma blass…!!!!," kata Yudhi dalam kolom komentar akun Instagram Khofifah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitu pula dengan komentar Ainul Rofik yang sangat menyesalkan komentar Khofifah. "Kudune sampean iku ngekek i solusi terbaik e yo’opo ngunu Bu, gak malah maido tok, gak isin ta karo mak Risma sing mati-matian ngembangno Suroboyo. Kami tidak butuh teori Bu, kami butuh tindakan sing nyoto," ujar dia.
 
Sementar itu netizen lainnya Amick Micka menyebut Khofifah sedang mencari panggung. "Cari panggung bu? Waktu pengajuan ke mana saja, setelah Surabaya dipilih baru komentar! Eleng PSSI berhasil meloloskan Indonesia jadi tuan rumah pildun itu juga ada pengaruh dari Bu Risma!!!," kata dia.
 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebelumnya menyatakan kekhawatirannya aroma sampah di TPA Benowo yang terletak tidak jauh dari GBT mengganggu Piala Dunia U-20.
 
"Saat ini sudah ada 10 stadion yang diajukan jadi venue. Saya sudah ke GBT. Kalau sore kena angin, itu ada aroma sampah. Jika nanti FIFA kunjungan ke sana, terus pas anginnya masuk, mereka akan tanya aroma apa ini. Makanya kita menyampaikan opsi lain. Jawa Timur harus ada yang dijadikan venue," kata Khofifah beberapa waktu lalu.
 
Mendapat kritikan dari netizen, Pemprov Jatim pun langsung menanggapinya. Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jatim Aries Agung Paewai, mengatakan Pemprov Jatim menyambut baik terpilihnya GBT sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 Tahun 2021.
 
Namun demikian, harus tetap disiapkan alternatif sebagai pendukung bila terjadi sesuatu yang tidak terduga. Sehingga, dengan adanya alternatif ini, maka opsi Jatim sebagai salah satu venue tuan rumah piala dunia U-20 tidak akan pindah ke provinsi lain.
 
"Alternatif lain harus tetap disiapkan, agar kesempatan menjadi venue tuan rumah piala dunia U-20 ini tidak akan berpindah ke provinsi lain," tegas Aries.
 
Selain GBT, kata Aries, Khofifah mengajukan empat stadion lain sebagai alternatif lokasi pertandingan, yakni stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Bangkalan. Alternatif stadion ini dipersiapkan lantaran FIFA mensyaratkan sejumlah hal, salah satunya yaitu tersedianya tempat berlatih bagi para peserta piala dunia U-20.
 
"Oleh karenanya beberapa alternatif tengah kami siapkan dengan baik," kata Aries.
 
Sementara terkait pernyataan Khofifah mengenai bau sampah di sekitar GBT, kata Aries, merupakan bentuk masukan dan motivasi bagi pemerintah kota Surabaya, untuk segera menyelesaikan persoalan sampah. Hal ini perlu dilakukan, agar tidak ada hal-hal teknis yang mengganggu penilaian saat FIFA melakukan peninjauan.
 
"Kita berbicara skala nasional, bukan daerah per daerah. Hal ini jangan disalah artikan dan ditanggapi negatif. Tidak ada Surabaya, tidak ada Malang, yang ada Jawa Timur dan Indonesia," pungkas Aries.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif