Direktur Utama PT. Puspa Agro Sidoarjo, Abdullah Muhibuddin dan Staff Trading PT. Puspa Agro, Hery Jamari saat digelandang ke Rutan Kejati Jawa Timur. Jumat, 16 Oktober 2020.
Direktur Utama PT. Puspa Agro Sidoarjo, Abdullah Muhibuddin dan Staff Trading PT. Puspa Agro, Hery Jamari saat digelandang ke Rutan Kejati Jawa Timur. Jumat, 16 Oktober 2020.

Kejari Sidoarjo Tahan Dirut Puspa Agro Terkait Jual Beli Ikan Fiktif

Nasional kasus korupsi bea cukai kejaksaan agung
Syaikhul Hadi • 16 Oktober 2020 18:11
Sidoarjo: Kejaksaan Negeri Sidoarjo menahan Direktur Utama PT. Puspa Agro Sidoarjo, Abdullah Muhibuddin dan Staff Trading PT. Puspa Agro, Hery Jamari. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp8,29 miliar.
 
Kasie Intellijen Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Idham Kholid mengatakan penahanan kedua tersangka dilakukan atas dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana pasal 2 dan 3 Juncto 55 KUHP. Usai diperiksa, mereka langsung ditahan di rutan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
 
"Kedua tersangka yakni mantan Direktur Utama PT. Puspa Agro, Abdullah Muhibuddin dengan staff trading PT. Puspa Agro, Hery Jamari," ujar Idham Kholid, Jumat, 16 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keduanya terbelit kasus jual beli ikan fiktif yang dilakukan anak perusahaan PT. Puspa Agro bersama CV. Aneka House senilai Rp.8,29 miliar. Kegiatan jual beli itu juga dilakukan tidak berdasarkan uji kelayakan.
 
"Jual belinya fiktif, tapi pembayarannya jalan terus," tambahnya.
 
Terhitung, proses jual beli ikan tersebut dilakukan sebanyak tujuh kali lebih yang dimulai sejak Juni hingga November ditahun 2015. Mereka beralasan, jual beli ikan tersebut untuk eksportir.
 
"Setelah kami tindaklanjuti ke pihak berwenang (Bea Cukai) ternyata tidak ada kegiatan ekspor impor itu. Bahkan alasan tempat pelelangan dilakukan di Prigi (Trenggalek, Paciran- lamongan), kita cek ke sana semuanya fiktif," tegasnya.
 
Kini, pihaknya masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Akibat perbuatannya, tersangka terancam pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif