Mendes PDTT Apresiasi Kerja Keras dan Komitmen Pendamping Desa

Anggi Tondi Martaon 17 Agustus 2018 00:12 WIB
Berita Kemendes PDTT
Mendes PDTT Apresiasi Kerja Keras dan Komitmen Pendamping Desa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Kota Bengkulu: Peran tenaga pendamping dalam keberhasilan sebuah program tidak bisa dianggap remeh. Contohnya, Dana Desa yang implementasinya mencapai 98 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menghadiri Dialog dengan Pendamping Desa di Hotel Nala Sea Side, Kota Bengkulu, Kamis, 16 Agustus 2018 malam. Dia menyebutkan, keberhasilan program Dana Desa disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD.

"Kerja keras rekan-rekan semua disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi ," kata Eko, usai memperlihatkan cuplikan video pidato Presiden Jokowi, diikuti tepuk tangan ratusan pendamping desa.


Dalam tiga tahun program implementasi Dana Desa di seluruh Indonesia, program yang bersumber dari ABPN itu mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, yaitu dibangunnya jalan desa sepanjang 123.858 kilometer, 791.258 meter jembatan, 6.576 unit pasar desa, 26.759 unit kegiatan BUMdes, 2.960 unit tambatan perahu, 1.971 unit embung, 28.830 unit irigasi, dan 3.111 unit sarana olahraga.

Tak hanya itu, dalam tiga tahun pemanfaatan Dana Desa juga berimplikasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yaitu 67.094 unit penahan tanah, 38.331 unit air bersih, 112.003 unit MCK, 5.402 unit Polindes, 38.217 meter drainase, 18.177 unit Paud, 11.574 unit Posyandu, dan 31.122 unit sumur.

Politikus PKB itu mengaku sangat bangga dengan capaian tersebut. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas performa pendamping desa yang sekuat tenaga membantu pemerintah. "Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih karena kerja kerasnya mulai membuahkan hasil," ujar dia.


Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo berfoto bersama tenaga pendamping desa di Kota Bengkulu (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Patut Anda ketahui, pendamping desa merupakan tenaga sukarelawan, dengan tugas yang tidak remeh. Lihat saja kiprah Misheria Ningsih (31), salah satu Pendamping Desa Pemberdayaan yang bertugas di kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahyang, Provinsi Bengkulu. 

Perempuan yang tengah  hamil delapan bulan itu  menjadi pendamping desa sejak 2015. Pada awal program diimplementasikan, banyak kendala dihadapi. Salah satunya, menerjemahkan regulasi Dana Desa kepada masyarakat.

"Dikatakan tidak jelas tidak juga, karena kemampuan SDM di desa belum mampu menafsirkan seluruh peraturan yang dari pusat," kata wanita yang akrab disapa Mis itu.

Kendala itu tak dianggap sebagai penghambat. Tanpa kenal jam, Mis tetap berkomitmen menjalani profesi sebagai pendamping desa. Ditambah saat ini, kondisi kandungan yang memasuki usia sembilan bulan, dia tetap semangat mendampingi aparatur dan warga mengelola Dana Desa.

Berkat komitmen tersebut, Mis bersama pendamping desa mulai merasakan hasil jerih payah mereka. Keberhasilan para pendamping terlihat dengan dengan mulai tumbuhnya kemandirian aparatur dan masyarakat dalam mengelola Dana Desa.

"Jadi, kami beranggapan pendampingan kami sudah mulai berhasil. Lagi pula tujuan pemerintah mengeluarkan program dana desa dan pendamping desa supaya desa-desa itu bisa mandiri dalam pengelolaan keuangan desa," kata dia.

Mis pun dengan tegas mengatakan bahwa capaian tersebut berpotensi menghilangkan profesinya sebagai pendamping desa. Sebab, tujuan utama seorang pendamping adalah membimbing aparatur dan masyarakat mengelola potensi wilayahnya melalui Dana Desa.

"Kalau rezeki itu sudah ada yang mengatur. Tapi kalau desa sudah mandiri, berarti kinerja kami kredibel," kata dia.

Setelah berhasil membantu aparatur dan masyarakat mengelola Dana Desa, Mis mengaku memiliki mimpi mengembangkan potensi di tempatnya mengabdi, yaitu mengembangkan produk Jagung Marning melalui BUMdes dan Prukades. Dia meyakini, produk tersebut dapat mengangkat perekonomian Bengkulu.

"Semoga Bengkulu bisa menjadi penghasil penganan jagung terbesar nasional dan mengangkat nama Bengkulu di tingkat nasional dan internasional," ujarnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id