Pemandangan Gunung Merapi yang sedang meluncurkan lava pijar terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc)
Pemandangan Gunung Merapi yang sedang meluncurkan lava pijar terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc)

Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.392 Gempa

Media Indonesia.com • 13 Agustus 2022 10:15
Yogyakarta: Selama sepekan terakhir sejak Jumat, 5 Agustus 2022, sampai Kamis, 11 Agustus 2022, puncak Gunung Merapi diguncang 1,392 kali gempa. Guncangan yang terpantau di peralatan pemantauan itu, terbanyak adalah gempa guguran atau RF sebanyak 633 kali, disusul gempa Fase Banyak atau MP sebanyak 582 kali, gempa hembusan (DG) sebanyak 159 kali.
 
"Gempa lainnya, vulkanik dangkal atau VTB 13 kali dan gempa tektonik atau TT sebanyak 5 kali. Intensitas gempa pekan ini masih cukup tinggi," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santosa, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
Menurut dia selama seminggu juga tercatat 43 kali guguran lava yang kesemuanya mengarah ke barat daya atau masuk ke hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cuaca di sekitar Gunung Merapi jelasnya, umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga sedang, tekanan lemah dan tinggi 100 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada Kamis, 11 Agustus 2022, pukul 06.06 WIB.
 
Baca juga: Merapi Alami 129 Gempa Guguran dalam Sehari

Kubah lava yang ada di kawasan puncak. dari hasil analisis morfologi dan dari foto udara dengan drone pada Senin, 8 Agustus 2022, dari Stasiun kamera Tunggularum, Deles5 dan Ngepos, kubah barat daya teramati adanya pertumbuhan kubah, volume kubah terhitung sebesar 1.664.000 meter kubik dan sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik.
 
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, ujar Agus Budi Santosa, maka disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif dan status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga atau level III.
 
"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," ujarnya.
 
Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, imbuhnya, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif