Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Benny Suharsono. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Benny Suharsono. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Pemerintah DIY Sebut Angka Kemiskinan Mayoritas di Wilayah Selatan

Ahmad Mustaqim • 21 Januari 2023 09:00
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut angka kemiskinan paling banyak ada di wilayah selatan. Misi Raja Kraton Yogyakarta yang sekaligus merangkap sebagai gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X dinilai sudah mencakup penanganan kemiskinan itu. 
 
"Kemiskinan tinggi di atas rata-rata ada di selatan. Misinya pak Gubernur pembangunan wilayah selatan. Itu konkret sebetulnya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Benny Suharsono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Jumat, 20 Januari 2023. 
 
Ia mengatakan data kemiskinan itu terburu-buru dipublikasi sehingga membuat geger masyarakat. Meskipun, Benny tak membantahnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat DIY menjadi provinsi termiskin se Pulau Jawa pada 2022. Data tersebut mencatatkan angka kemiskinan di DIY sebesar 463.630 jiwa atau 11,49 persen. 
 
Posisi DIY diikuti Jawa Tengah yang angka kemiskinannya 10,98 persen dan Jawa Timur 10,49 persen. Setelahnya, ada Jawa Barat dengan angka kemiskinan 7,98 persen; Banten 6,24 persen; dan DKI Jakarta 4,61 persen. 
 
Benny mengatakan penanganan kemiskinan sudah disusun detail. Pemerintah setempat berharap bisa menyelesaikannya pada 2024. 
 
Baca: Jumlah Keluarga Miskin di Kota Yogyakarta Naik 10%

"Maka bicaranya tidak desil lagi, tapi sangat dalam. Siapa, di mana, harus dilakukan riset. Bahkan pak Gubernur sudah perintahkan kami untuk dilakukan secara bantuan dan jaminan sosial atas selisih itu," ujarnya. 
 
Menurut dia data itu bakal diverifikasi bupati/wali kota untuk memastikan detail setiap penduduk yang masuk di dalamnya. Ia mengatakan validasi data akan diteruskan ke tingkat provinsi dan pusat. 
 
"Kemudian dieksekusi masuk data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Maka rancang bangun yang bisa dilakukan adalah memberikan perlindungan sosial dan jaminan sosial. Berikutnya masih ada pemberdayaan," ujarnya. 
 
Selain kemiskinan, ketimpangan atau ginirasio desa dengan perkotaan di DIY juga tinggi, yakni pada angka 0,436. Menurut dia arti angka tersebut masih aman tapi tidak cukup aman. 
 
"Keberpihakan pembangunan harus ke selatan. Bukan berarti utara kita tinggal. Harus fokus ke selatan. Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul harus berkomitmen," ungkapnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif