Jembatan Gantung Darurat Gladak Perak di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini mulai dibangun. Dokumentasi/Kominfo Lumajang.
Jembatan Gantung Darurat Gladak Perak di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini mulai dibangun. Dokumentasi/Kominfo Lumajang.

Jembatan Darurat Gladak Perak Lumajang Mulai Dibangun

Daviq Umar Al Faruq • 06 April 2022 20:54
Lumajang: Jembatan Gantung Darurat Gladak Perak di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai dibangun. Setelah dipasang tiang utama dan kabel beberapa waktu yang lalu, pemerintah kali ini mulai membangun lantai jembatan.
 
"Pemasangan lantai jembatan, masing-masing sisi sudah 15 meter an," kata Sekretaris Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz, Rabu, 6 April 2022.
 
Baca: Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Erupsi Gunung Semeru Diperpanjang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aziz menjelaskan jembatan darurat dengan panjang kurang lebih 100 meter itu dibangun di lokasi bekas reruntuhan Jembatan Gladak Perak akibat erupsi Gunung Semeru.
 
Nantinya jembatan darurat ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai akses utama bagi kendaraan roda dua dari Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.
 
"Sejak runtuhnya Jembatan Gladak Perak akibat diterjang material Gunung Semer, masyarakat dari arah Candipuro kesulitan akses menuju kecamatan Pronojiwo, begitu juga sebaliknya," jelasnya.
 
Aziz mengaku Jembatan Gladak Perak yang merupakan penghubung utama kedua kecamatan terputus atau rusak. Saat ini masyarakat memilih untuk menggunakan akses jalur Curah Kobokan, yang itu sangat beresiko ketika hujan turun.
 
Sebelumnya Jembatan Gladak Perak yang menguhubungkan wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terputus akibat erupsi Gunung Semeru. Gunung setinggi 3.676 Mdpl tersebut sebelumnya menunjukkan peningkatan aktivitas pada Sabtu 4 Desember 2021 sekirar pukul 15.30 WIB.
 
Direktur Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian, mengatakan jembatan tersebut akan kembali dibangun di titik yang sama. Namun dengan struktur bangunan yang berbeda.
 
Hedy juga menyampaikan, bahwa kerusakan Geladak Perak salah satunya diduga karena pondasi yang menopang dari bawah sudah terkikis oleh terjangan lahar dingin. Juga, ditambah dengan pengaruh Awan Guguran Panas.
 
Oleh karena itu pihaknya akan mengonstruksi ulang struktur bangunan Jembatan Geladak Perak agar nantinya tidak bergantung pada pondasi bawah.
 
"Nanti akan kita ganti, konstruksinya akan kita balik, jadi ini runtuhnya kan bangunan bawah jadi kita nanti tidak akan gunakan pondasi dibawah, tapi sifatnya nanti melengkung keatas," katanya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif