Serdang Bedagai: Ratusan hektar tanaman padi di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara gagal panen. Kejadian gagal panen ini sudah terjadi dalam tiga kali musim.
Lahan seluas 500 hektar lebih tanaman padi mengalami gagal panen. Petani mengaku harus beberapa kali mengganti bibit karena baru beberapa waktu ditanam, bibit mengalami perubahan warna merah pada pucuk daun dan kemudian mati.
Kejadian ini juga terjadi pada musim tanam kali ini. Akibatnya petani harus mencabuti bibit tanaman pagi miliknya dan harus mengeluarkan biaya untuk mengganti bibit yang baru. Para petani menduga, penyebab gagal panen ini akibat pencemaran air limbah pabrik yang dibuang ke sungai yang meluap akibat banjir hingga memasuki area persawahan penduduk.
"Rusak kalau udah kaya gini mau gimana. Udah sering kaya gini, udah tiga kali hasilnya tidak ada," ujar petani Suyitno dalam tayangan Headline News di Metro TV, Jumat, 18 Maret 2022.
Salah satu petani lainnya, Sugeng, saat terjadi banjir area persawahan juga selalu rusak. Petani berharap, kejadian ini dapat teratasi dan padi dapat segera panen dengan hasil yang bagus. (Alifiah Nurul Rahmania)
Serdang Bedagai: Ratusan hektar tanaman padi di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara
gagal panen. Kejadian gagal panen ini sudah terjadi dalam tiga kali musim.
Lahan seluas 500 hektar lebih tanaman padi mengalami gagal panen.
Petani mengaku harus beberapa kali mengganti bibit karena baru beberapa waktu ditanam, bibit mengalami perubahan warna merah pada pucuk daun dan kemudian mati.
Kejadian ini juga terjadi pada musim tanam kali ini. Akibatnya petani harus mencabuti bibit tanaman pagi miliknya dan harus mengeluarkan biaya untuk mengganti bibit yang baru. Para petani menduga, penyebab gagal panen ini akibat pencemaran air
limbah pabrik yang dibuang ke sungai yang meluap akibat banjir hingga memasuki area persawahan penduduk.
"Rusak kalau udah kaya gini mau gimana. Udah sering kaya gini, udah tiga kali hasilnya tidak ada," ujar petani Suyitno dalam tayangan Headline News di Metro TV, Jumat, 18 Maret 2022.
Salah satu petani lainnya, Sugeng, saat terjadi banjir area persawahan juga selalu rusak. Petani berharap, kejadian ini dapat teratasi dan padi dapat segera panen dengan hasil yang bagus. (
Alifiah Nurul Rahmania)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)