Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi-bagi paket sembako kepada kaum buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus korona covid-19. Foto: istimewa
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi-bagi paket sembako kepada kaum buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus korona covid-19. Foto: istimewa

Pandemi Korona Bikin 50.563 Buruh di Jateng Kehilangan Kerja

Nasional Virus Korona hari buruh
Mustholih • 01 Mei 2020 15:24
Semarang: Puluhan ribu buruh di Provinsi Jawa Tengah terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus korona covid-19. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjamin buruh yang di-PHK bakal mendapat bantuan kebutuhan bahan pokok dari Pemerintah minimal untuk satu bulan ke depan.
 
"Memang harus ada yang memberikan perhatian kepada kawan-kawan buruh. Siapa itu, perusahaan dan pemerintah," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Semarang, Jateng, Jumat, 1 Mei 2020.
 
Menurut Ganjar, hingga 29 April 2020, ada 50.563 buruh di Jateng yang terkena PHK dan dirumahkan. Sebagian besar buruh yang menjadi korban pandemi akan mendapat bantuan pangan dari Pemerintah Daerah setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jemaah Salat Jumat di Tangsel Dilakukan Rapid Test
 
Namun, diakui Ganjar, tidak semua Pemerintah Daerah tidak bisa memberi bantuan untuk seluruh buruh seperti Semarang (Kabupaten dan Kota) serta Boyolali. "Hari ini kami bantu sembako dari Pemprov total ada 2.164 buruh. Bantuan disalurkan ke buruh di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Boyolali," ujar Ganjar menegaskan.
 
Ganjar mengatakan puluhan ribu buruh di Jateng akan mendapat sembako dari Pemda setempat paling lambat pertengahan Mei 2020. Ganjar mengungkap beberapa daerah mulai membagikan paket sembako pada Senin pekan depan. "Seperti Sragen misalnya, mulai Senin besok akan dibagikan," jelasnya.
 
Dalam bantuan paket sembako ini, setiap buruh menerima 10 kilogram beras, 1 kilogram gula, 2 liter minyak goreng, 8 bungkus mie instan, dan setengah kilogram ikan. Keseluruhan bantuan sembako ini diklaim senilai Rp200 ribu per paket. "Setidaknya, kita bisa bikin ayem mereka. Karena sebenarnya mereka ini deg-degan dan separuh panik, besok makan apa dan di mana," beber Ganjar.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif