ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

2.115 Kasus Demam Berdarah di Jateng, 40 Orang Meninggal

Nasional demam berdarah
Mustholih • 10 April 2020 16:30
Semarang: Masyarakat Jawa Tengah diminta tidak melupakan pemberantasan sarang nyamuk di tengah pandemi virus korona covid-19. Tercatat, sejak awal Januari hingga akhir Maret 2020, telah terjadi 2.115 kasus demam berdarah di Jawa Tengah.
 
"Dari 2.115 kasus itu, jumlah meninggal karena demam berdarah ada 40 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Semarang, Jateng, Jumat, 10 April 2020.
 
Menurut Yulianto, kasus demam berdarah ditemukan merata di seluruh kabupaten dan kota se-Jateng. Dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, Cilacap mencatat kasus demam berdarah tertinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan jumlah kasus 216 demam berdarah dan meninggal 3 orang," ujar Yianto menegaskan.
 
Selain Cilacap, kasus demam berdarah tertinggi di Jateng berada di Kota Semarang (154 kasus dan meninggal dua orang); Jepara (136 kasus dan meninggal 1 orang); Banyumas (132 kasus dan meninggal 3 orang); Klaten (131 kasus dan meninggal 3 orang); Kebumen (124 kasus dan meninggal 4 orang); Purbalingga (99 kasus dan meninggal 2 orang); Brebes (87 kasus dan meninggal 2 orang); dan Banjarnegara (62 kasus dan menunggal 3 orang).
 
Yulianto menegaskan secara umum Jawa Tengah merupakan daerah endemis demam berdarah seperti provinsi-provinsi lain di Indonesia. "Memang kita ini negara tropis jadi semua daerah endemis demam berdarah, termasuk Jawa Tengah," jelas Yulianto.
 
Karena Jateng merupakan endemis demam berdarah, Yulianto meminta warganya tidak lupa pemberantasan sarang nyamuk. Serta memastikan di lingkungan masing-masing tidak ada jentik nyamuk.
 
Yulianto mengingatkan Jateng masih berada di musim penghujan. Musim hujan disebutnya merupakan musim berbiaknya nyamuk aedes aegypti.
"Sekarang masih masa penghujan. Jadi faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap berkembangnya nyamuk aedes aegypti," jelas Yulianto.
 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif